Mengetahui Gangguan Saluran Cerna pada Anak

Jum'at, 24 April 2020 - 12:45 WIB
Sebaliknya, konstipasi merupakan kondisi seseorang kesulitan BAB. Tanda anak mengalami konstipasi dapat dilihat dari frekuensi BAB berkurang menjadi 2 kali dalam seminggu. Biasanya, tinja yang dikeluarkan akan keras, kering, dan bulat. Perubahan pola makan dan kurang serat adalah penyebabnya. Gangguan saluran cerna lainnya ialah refluks asam lambung (GERD).

Ini adalah kondisi yang membuat anak muntah secara terus menerus. Keluhan umum di antaranya di bagian atas dada (heartburn), sakit pada saat menelan, sering batuk, serak atau mengi, bersendawa berlebihan, mual, asam lambung terasa di tenggorokan, dan gejala refluks memberat bila sedang berbaring.

Dr Frieda juga menerangkan soal intoleransi laktosa. Terlalu banyak mengonsumsi produk susu dapat menyebabkan intoleransi laktosa. Gejala umum yang terjadi, yaitu nyeri perut, kembung, merah di sekitar anus, dan tinja berbau asam. Orang tua juga perlu waspada jika anak mengalami mual, muntah, kehilangan nafsu, sakit di bagian tengah perut. Ini adalah gejala umum radang usus buntu.

Adapun irritable bowel syndrome (IBS) terkait gangguan di usus besar. Kondisi ini membuat saraf yang bertanggung jawab pada kontraksi otot saluran cerna (peristalsis), yang bertugas mendorong makanan melewati rongga usus menjadi lebih sensitif. Dinding dalam otot saluran cerna nantinya bereaksi lebih terhadap stimulan ringan, seperti produk susu dan stres emosional. Hal ini pun dapat menyebabkan kram. (Sri Noviarni)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!