PPFI Minta Dibuatkan Protokol Kesehatan untuk Industri Film
Selasa, 16 Juni 2020 - 13:39 WIB
Deddy Mizwar tidak ingin industri film dan televisi Indonesia terpapar dan terkapar karena pademi Covid-19. Dengan tidak adanya kepastian protokol kesehatan yang jelas, menurut Deddy, para sineas dan kru film juga bisa berisiko terpapar Covid-19 sehingga menjadi kluster baru dan penyebaran Covid-19 semakin meluas.
"Ini membuat kami resah. Kami perlu mendesak Kementerian Kesehatan mengeluarkan protokol kesehatan untuk industri film. Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta belum membuka akses syuting, bahkan yang melanggarkan akan ditindak tegas," terang dia.
"Kami khawatir kesehatan akan terpapar dan ekonomi terkapar. Tiba-tiba industri film akan menjadi kluster Covid dan insan film menyebarkan Covid kemana-mana," lanjut pemain film Naga Bonar ini. (Baca juga: Malam Anugerah Oscar 2021 Diundur Hingga April Mendatang ).
Di sisi lain, actor berusia 65 tahun itu melihat, saat ini televisi membutuhkan tayangan baru. Begitu juga dengan film-film yang sudah dibuat, menunggu bioskop buka. Sebagai pelaku seni, Deddy Mizwar berharap Kementerian Pendidikan juga mendukung Kementerian Kesehatan untuk mengeluarkan protokol kesehatan.
"Di satu sisi, televise membutuhkan tayangan baru. Film yang sudah dibuat menunggu kapan bioskop dibuka. Kalau mal dibuka, bioskop sharusnya sudah dibuka. Mal ada protokol kesehatan yang diatur dan syuting demikian. Masa mau syuting pake masker semua? Sedangkan kita jual muka orang. Siapa yang mau nonton kalau kaya ninja semua?," bebernya.
"Ini membuat kami resah. Kami perlu mendesak Kementerian Kesehatan mengeluarkan protokol kesehatan untuk industri film. Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta belum membuka akses syuting, bahkan yang melanggarkan akan ditindak tegas," terang dia.
"Kami khawatir kesehatan akan terpapar dan ekonomi terkapar. Tiba-tiba industri film akan menjadi kluster Covid dan insan film menyebarkan Covid kemana-mana," lanjut pemain film Naga Bonar ini. (Baca juga: Malam Anugerah Oscar 2021 Diundur Hingga April Mendatang ).
Di sisi lain, actor berusia 65 tahun itu melihat, saat ini televisi membutuhkan tayangan baru. Begitu juga dengan film-film yang sudah dibuat, menunggu bioskop buka. Sebagai pelaku seni, Deddy Mizwar berharap Kementerian Pendidikan juga mendukung Kementerian Kesehatan untuk mengeluarkan protokol kesehatan.
"Di satu sisi, televise membutuhkan tayangan baru. Film yang sudah dibuat menunggu kapan bioskop dibuka. Kalau mal dibuka, bioskop sharusnya sudah dibuka. Mal ada protokol kesehatan yang diatur dan syuting demikian. Masa mau syuting pake masker semua? Sedangkan kita jual muka orang. Siapa yang mau nonton kalau kaya ninja semua?," bebernya.
Lihat Juga :