Wamenparekraf Angela: Indonesia Buktikan Ketangguhan Ekonomi Kreatif
Rabu, 30 Maret 2022 - 22:00 WIB
Lebih lanjut di internasional, Indonesia juga telah membuktikan diri sebagai pemain utama dalam usaha pengarusutamaan ekonomi kreatif. Pada 2018 lalu, Indonesia berhasil menginisiasi Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia pertama dan berhasil mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan kreatif dari akademisi, pelaku bisnis, pelaku kreatif hingga perwakilan pemerintah dan organisasi internasional.
"Memanfaatkan momentum presidensi G-20 Indonesia, WCCE 2022 akan mengusung tema Inclusively Creative: A Global Recovery dengan visi untuk mengintegrasikan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pemulihan global. Percakapan ini sangatlah penting, agar ekonomi kreatif tidak hanya menjadi pelengkap, namun menjadi pemain utama dalam kebangkitan ekonomi dunia," jelas Angela.
Pada WCCE 2022 ini, akan ada empat subtema. Pertama, Ekonomi Kreatif untuk Kebangkitan Global, yang akan berfokus mengenai kebijakan efektif dan inklusif. Kedua, HKI dan Hak Para Kreatif, yang menekankan pentingnya perlindungan dan pemanfaatan HKI, serta mengeksplorasi pemenuhan hak dan jaminan sosial para kreatif. Ketiga, ekonomi kreatif dan Inklusivitas serta Sustainable Development Goals.
"Terakhir, Masa Depan Ekonomi Kreatif dalam tatanan ekonomi nasional dan dunia," tandasnya.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Sebut BPOLBF Siap Sambut G20: Ini Peluang Bangkit untuk Kita
"Memanfaatkan momentum presidensi G-20 Indonesia, WCCE 2022 akan mengusung tema Inclusively Creative: A Global Recovery dengan visi untuk mengintegrasikan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pemulihan global. Percakapan ini sangatlah penting, agar ekonomi kreatif tidak hanya menjadi pelengkap, namun menjadi pemain utama dalam kebangkitan ekonomi dunia," jelas Angela.
Pada WCCE 2022 ini, akan ada empat subtema. Pertama, Ekonomi Kreatif untuk Kebangkitan Global, yang akan berfokus mengenai kebijakan efektif dan inklusif. Kedua, HKI dan Hak Para Kreatif, yang menekankan pentingnya perlindungan dan pemanfaatan HKI, serta mengeksplorasi pemenuhan hak dan jaminan sosial para kreatif. Ketiga, ekonomi kreatif dan Inklusivitas serta Sustainable Development Goals.
"Terakhir, Masa Depan Ekonomi Kreatif dalam tatanan ekonomi nasional dan dunia," tandasnya.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Sebut BPOLBF Siap Sambut G20: Ini Peluang Bangkit untuk Kita
(dra)
Lihat Juga :