Cerita Vina Muliana, dari Iseng Bikin Konten hingga Dapat TikTok Awards
Jum'at, 22 April 2022 - 10:16 WIB
Konten pertama yang dilihat di TikTok ternyata mengubahnya menjadi konten kreator hingga bisa mengantarkan dirinya memiliki banyak sekali pengikut di media sosial.
"Ternyata video pertama yang dilihatkan ke saya itu adalah seseorang sedang nangis karena baru dipecat dari pekerjaannya. Dari video-video itu banyak video-video lain yang memperlihatkan bagaimana susahnya mendapatkan pekerjaan terutama saat pandemi," ungkap pemilik akun @vmuliana.
Seperti yang kita ketahui, melamar pekerjaan memang enggak pernah mudah. Bahkan kita tidak tahu harus ngapain dan hal-hal tersebut enggak diajarin pada saat kuliah dulu.
"Kalau flashback tujuh tahun lalu saat kai pertama saya baru lulus kuliah dan melamar pekerjaan itu enggak pernah mudah. Kita enggak tahu harus ngapain karena kadang hal-hal tersebut enggak diajarkan pada saat kuliah dulu," jelasnya.
Ditambah lagi saat sedang mencari pekerjaan dulu sebelum pandemi, dia merasakan kesusahan untuk mendapatkan pekerjaan. Apalagi saat pandemi, yang banyak perusahaan melakukan lay-off, mereka juga harus bersaing lebih ketat.
Dia pun berpikir kenapa enggak ada yang menjawab permasalahan mereka? Mereka harus ngapain? Dan lain sebagainya.
Dan itu memotivasinya untuk membuat konten untuk menjawab permasalahan-permasalahan mereka.
"Ternyata video pertama yang dilihatkan ke saya itu adalah seseorang sedang nangis karena baru dipecat dari pekerjaannya. Dari video-video itu banyak video-video lain yang memperlihatkan bagaimana susahnya mendapatkan pekerjaan terutama saat pandemi," ungkap pemilik akun @vmuliana.
Seperti yang kita ketahui, melamar pekerjaan memang enggak pernah mudah. Bahkan kita tidak tahu harus ngapain dan hal-hal tersebut enggak diajarin pada saat kuliah dulu.
"Kalau flashback tujuh tahun lalu saat kai pertama saya baru lulus kuliah dan melamar pekerjaan itu enggak pernah mudah. Kita enggak tahu harus ngapain karena kadang hal-hal tersebut enggak diajarkan pada saat kuliah dulu," jelasnya.
Ditambah lagi saat sedang mencari pekerjaan dulu sebelum pandemi, dia merasakan kesusahan untuk mendapatkan pekerjaan. Apalagi saat pandemi, yang banyak perusahaan melakukan lay-off, mereka juga harus bersaing lebih ketat.
Dia pun berpikir kenapa enggak ada yang menjawab permasalahan mereka? Mereka harus ngapain? Dan lain sebagainya.
Dan itu memotivasinya untuk membuat konten untuk menjawab permasalahan-permasalahan mereka.
Lihat Juga :