Tips Puasa di Tengah Pandemi, Jaga Gizi Seimbang dan Berpikir Positif
Sabtu, 25 April 2020 - 09:45 WIB
Hilna menambahkan, jadi kalau sebelum pandemi sudah makan gizi seimbang, maka pada saat pandemi juga harus makan dengan gizi seimbang tubuh agar tetap sehat. Hanya, pada saat makan sahur asupan nutrisi harus benar-benar dipenuhi.
"Saat sahur penuhi karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Misalnya dari ikan, kacang-kacangan, dikombinasikan dengan mikronutrien dari sayur kemudian mineral. 40 sampai 50% harus terpenuhi saat sahur, supaya bisa menahan selama 12 jam," ungkapnya.
Di sisi lain, saat berbuka puasa digunakan untuk memenuhi 10 sampai 20% kebutuhan energi dengan nutrisi lengkap. Menyantap makanan manis seperti madu, kurma, dan yoghurt sangat dianjurkan untuk berbuka puasa, tentu dengan proporsi secukupnya.
"Saat berbuka, isi perut kita dengan nutrisi yang lengkap. Makanan manis usahakan terbatas, dua sendok makan gula sudah cukup," sarannya.
Saat berpuasa, yang berubah hanya jam makan, jadi sebisa mungkin asupan nutrisi tidak berubah porsinya. Perubahan asupan gizi hanya terjadi kalau tubuh mendapatkan pemicu dari luar.
Pemicu dari luar bisa berupa infeksi, luka, baik infeksi korona maupun penyakit lainnya. "Kalau tubuh kita sehat,tidak ada infeksi, tidak ada luka, maka kebutuhan asupan gizi kita sama saja, tidak perlu ada perbedaan," tambahnya.
Meskipun dilanda wabah berkepanjangan, namun tidak ada anjuran khusus untuk menjalankan puasa kali ini. Hal terpenting adalah menjaga tubuh agar tidak terinfeksi virus ataupun bakteri.
Menerapkan pola makan seimbang dan bervariasi selama sahur dan berbuka bisa jadi alternatif untuk membuat tubuh tetap segar selama berpuasa. Selain itu juga menghindari makanan yang bersifat proinflamasi seperti mengandung gula tambahan dan minyak jenuh berlebihan.
"Bila pola hidup bersih dan konsumsi makanan yang bernutrisi seperti konsumsi buah dan sayuran, serta istirahat cukup sudah dilakukan, maka tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen," tegas Hilna.
"Saat sahur penuhi karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Misalnya dari ikan, kacang-kacangan, dikombinasikan dengan mikronutrien dari sayur kemudian mineral. 40 sampai 50% harus terpenuhi saat sahur, supaya bisa menahan selama 12 jam," ungkapnya.
Di sisi lain, saat berbuka puasa digunakan untuk memenuhi 10 sampai 20% kebutuhan energi dengan nutrisi lengkap. Menyantap makanan manis seperti madu, kurma, dan yoghurt sangat dianjurkan untuk berbuka puasa, tentu dengan proporsi secukupnya.
"Saat berbuka, isi perut kita dengan nutrisi yang lengkap. Makanan manis usahakan terbatas, dua sendok makan gula sudah cukup," sarannya.
Saat berpuasa, yang berubah hanya jam makan, jadi sebisa mungkin asupan nutrisi tidak berubah porsinya. Perubahan asupan gizi hanya terjadi kalau tubuh mendapatkan pemicu dari luar.
Pemicu dari luar bisa berupa infeksi, luka, baik infeksi korona maupun penyakit lainnya. "Kalau tubuh kita sehat,tidak ada infeksi, tidak ada luka, maka kebutuhan asupan gizi kita sama saja, tidak perlu ada perbedaan," tambahnya.
Meskipun dilanda wabah berkepanjangan, namun tidak ada anjuran khusus untuk menjalankan puasa kali ini. Hal terpenting adalah menjaga tubuh agar tidak terinfeksi virus ataupun bakteri.
Menerapkan pola makan seimbang dan bervariasi selama sahur dan berbuka bisa jadi alternatif untuk membuat tubuh tetap segar selama berpuasa. Selain itu juga menghindari makanan yang bersifat proinflamasi seperti mengandung gula tambahan dan minyak jenuh berlebihan.
"Bila pola hidup bersih dan konsumsi makanan yang bernutrisi seperti konsumsi buah dan sayuran, serta istirahat cukup sudah dilakukan, maka tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen," tegas Hilna.
Lihat Juga :