Jadi Kolektor Barang Antik, Teman Boleh Pinjam tapi Tak Boleh Beli

Sabtu, 14 Mei 2022 - 07:30 WIB
Baca Juga: Dibeli Secara Obral, Mangkuk China Ini Ternyata Barang Antik yang Sangat Langka

Sebagai kolektor barang antik, mereka umumnya membeli untuk dijadikan koleksi alias pajangan atau hiasan di rumah. Ian yang memiliki barang antik bervariasi, mulai dari motor jadul, kaset pita, dan mesin tik juga mengaku tak berniat menjualnya.

“Untuk barang-barang tersebut saya tidak ada minat untuk dijual. Tetapi jika ada teman yang menginginkan atau meminjam, saya bersedia untuk memberikannya,” ujarnya.

Sementara Meitin melakukan keduanya, yatu sebagian dikoleksi, sedangkan sebagiannya dijual. Dia mengaku memiliki barang-barang antik untuk dijual seperti keramik China, Jepang, Eropa, dan patung khas Kalimantan, Papua, dan Batak.



Foto: Bernard Hermant/Unsplash

“Untuk harga barang antik, harganya bervariasi, tergantung usia dan kelangkaan barang tersebut,” ujar Meitin. Untuk harga guci, nilainya bisa sampai ratusan miliar rupiah. Sementara patung kuno bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

Selain nilai kelangkaan dan sejarahnya, Ian juga mengungkapkan mahalnya barang antik karena biaya perawatannya juga tinggi. “Perlu kesabaran dan uang yang cukup besar, karena biaya perawatan komponen yang ada di dalam suatu barang antik sulit untuk dicari, contohnya Vespa,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!