Ahli Jabarkan Alasan Sepeda Berkelompok di Masa Pandemi Tak Dianjurkan

Senin, 22 Juni 2020 - 13:27 WIB
"Car Free Day terus bareng-bareng, group cycling segala macam, ketika kita ikut grup sepeda, pleton, saat ini masih belum direkomendasikan. Yang direkomendasikan adalah sepedaan sendiri di rumah atau sepeda keluar tapi sendiri dengan tetap memakai proteksi. Atau, bersama anggota keluarga saja," papar dr. Andi saat dihubungi SINDOnews, Senin (22/6).

Bersepeda secara berkelompok dan di tempat umum seperti dalam CFD di Jakarta kemarin, kemungkinan besar membuat masyarakat mengabaikan physical distancing dengan orang lain. Karena itu, dr. Andi menyarankan kita untuk berolahraga bersama anggota keluarga yang diketahui pasti kondisi kesehatannya.

"Karena saat pandemi yang bisa kita percaya itu anggota keluarga yang bebas dari corona. Tapi orang lain, anggota komunitas, itu ibaratnya masih jangan terlalu percaya. Kita nggak tahu kesehatan mereka seperti apa. Iya (bersepeda) membuat happy, tapi jangan bersepeda sambil foto-foto, kumpul-kumpul di kafe segala macam. Berarti physical distancing-nya gagal," kata dr. Andi.

Pada dasarnya bersepeda merupakan olahraga yang memungkinkan untuk kita menjaga jarak aman dengan orang lain dibandingkan olahraga lari ataupun jalan cepat. Namun, manfaat itu akan hilang jika masyarakat melupakan bahwa saat ini Indonesia masih dalam masa pandemi COVID-19.

"Daripada lari dan jalan, agar kita menghindari orang, nggak berpapasan, dan jaga jarak, pakai sepeda itu lebih gampang bukan? Artinya keep your distance. Naik sepeda lebih mudah jaga jarak dengan orang lain. Tapi habis itu kumpul-kumpul, makan-makan, atau minum-minum di kafe, ya percuma," kata dokter yang berpraktik di Eminence Sports Medicine and Human Performance Centre itu
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!