Perhatikan Asupan Makanan Puasa Ramadhan Saat Pandemi Covid-19
Sabtu, 25 April 2020 - 16:39 WIB
"Pastikan selalu mengonsumsi protein hewani dan nabati, karbohidrat yang diutamakan mengandung serat tinggi seperti nasi merah, umbi, jagung atau nasi putih yang ditambahkan dengan aneka biji-bijan," jelasnya.
Selain itu, penting juga sumber lemak baik yang bisa diperoleh dari alpukat dan minyak tidak jenuh ganda lainnya. Protein hewani akan mensuplai asam amino yang lengkap dibandingkan dengan protein nabati. Pastikan selalu ada, setidaknya 1- 2 porsi protein hewani. Jenis white meat seperti unggas dan ikan merupakan pilihan terbaik.
"Sebutir telur perhari bisa menjadi alternatif untuk sumber protein berkualitas. Protein fermentasi sangat baik untuk kesehatan saluran cerna. Tahu dan tempe lebih baik dibandingkan kacang kedelai. Yogurt dan keju memiliki kelebihan daripada susu," ungkapnya.
Selain zat gizi makro, zat gizi mikro juga sangat dibutuhkan. Pastikan dipiring ada sayuran dan buah dengan lima warna berbeda menjadi penanda baik bahwa asupan vitamin dan mineral tercukupi. Proses memasak mempengaruhi kualitas dan kuantitas vitamin dan mineral. Hindari proses memasak yang rumit dan menggunakan bahan yang terlalu banyak. "Fokus pada rasa asli sayuran dan masak sesingkat mungkin," tandasnya.
Selain itu, penting juga sumber lemak baik yang bisa diperoleh dari alpukat dan minyak tidak jenuh ganda lainnya. Protein hewani akan mensuplai asam amino yang lengkap dibandingkan dengan protein nabati. Pastikan selalu ada, setidaknya 1- 2 porsi protein hewani. Jenis white meat seperti unggas dan ikan merupakan pilihan terbaik.
"Sebutir telur perhari bisa menjadi alternatif untuk sumber protein berkualitas. Protein fermentasi sangat baik untuk kesehatan saluran cerna. Tahu dan tempe lebih baik dibandingkan kacang kedelai. Yogurt dan keju memiliki kelebihan daripada susu," ungkapnya.
Selain zat gizi makro, zat gizi mikro juga sangat dibutuhkan. Pastikan dipiring ada sayuran dan buah dengan lima warna berbeda menjadi penanda baik bahwa asupan vitamin dan mineral tercukupi. Proses memasak mempengaruhi kualitas dan kuantitas vitamin dan mineral. Hindari proses memasak yang rumit dan menggunakan bahan yang terlalu banyak. "Fokus pada rasa asli sayuran dan masak sesingkat mungkin," tandasnya.
(tdy)
Lihat Juga :