Viral! Kisah Anak Pemulung Jadi Seleb TikTok: Aku Bangga dengan Ayah Ibuku
Jum'at, 20 Mei 2022 - 18:40 WIB
"Allah sayang mereka, Allah ambil ayah ibu waktu aku usia 8 tahun," terangnya.
Momen tersebut diakui Gelia adalah momen paling menyedihkan dalam hidupnya. Dia mengaku rapuh, karena kehilangan orangtua di waktu yang berdekatan.
Gelia kecil pun harus menjalani hidup layaknya perahu yang terombang-ambing ombak. Ia mencoba sekuat tenaga untuk terus hidup.
Waktu terus berjalan hingga akhirnya Gelia mulai tumbuh besar dan lulus dari sekolahnya. Di momen itu, dia hanya bisa lihat teman-teman bahagia merayakan kelulusan, sedangkan Gelia mesti bekerja untuk bayar uang gedung masuk kuliah.
"Kerja gaji Rp500 ribu karena masih honorer. Gaji itu buat bayar kos Rp300 ribu, sisanya buat makan sebulan," cerita Gelia.
Ya, sama seperti kebanyakan karyawan yang tinggal di kos, pertengahan bulan uang menipis dan itu membuatnya sedih. "Jangankan buat makan, ke toilet umum bayar seribu saja aku enggak punya," keluhnya.
Dari kerasnya kehidupan itu, Gelia pun bertekad untuk mengubah nasib. Usahanya membuahkan hasil, dia terpilih sebagai karyawan terbaik se-provinsi, lalu sering mendapat reward, dan gaji yang diterima mulai dikumpulkan untuk modal usaha.
Gelia bercerita kalau dirinya Senin sampai Sabtu bekerja, lalu Minggu kuliah sambil jualan online.
Momen tersebut diakui Gelia adalah momen paling menyedihkan dalam hidupnya. Dia mengaku rapuh, karena kehilangan orangtua di waktu yang berdekatan.
Gelia kecil pun harus menjalani hidup layaknya perahu yang terombang-ambing ombak. Ia mencoba sekuat tenaga untuk terus hidup.
Waktu terus berjalan hingga akhirnya Gelia mulai tumbuh besar dan lulus dari sekolahnya. Di momen itu, dia hanya bisa lihat teman-teman bahagia merayakan kelulusan, sedangkan Gelia mesti bekerja untuk bayar uang gedung masuk kuliah.
"Kerja gaji Rp500 ribu karena masih honorer. Gaji itu buat bayar kos Rp300 ribu, sisanya buat makan sebulan," cerita Gelia.
Ya, sama seperti kebanyakan karyawan yang tinggal di kos, pertengahan bulan uang menipis dan itu membuatnya sedih. "Jangankan buat makan, ke toilet umum bayar seribu saja aku enggak punya," keluhnya.
Dari kerasnya kehidupan itu, Gelia pun bertekad untuk mengubah nasib. Usahanya membuahkan hasil, dia terpilih sebagai karyawan terbaik se-provinsi, lalu sering mendapat reward, dan gaji yang diterima mulai dikumpulkan untuk modal usaha.
Gelia bercerita kalau dirinya Senin sampai Sabtu bekerja, lalu Minggu kuliah sambil jualan online.
Lihat Juga :