Dokter Pastikan Cacar Monyet Tidak Menular Lewat Udara
Senin, 30 Mei 2022 - 10:58 WIB
Adapun gejala awal penyakit ini muncul dalam satu dan dua minggu setelah infeksi. Di mana gejala tersebut meliputi demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung dan otot. Hal ini diikuti dengan munculnya, ruam khas dengan pustula di wajah, tangan, dan di tempat lain di tubuh.
Sementara Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, sejauh ini kasus terbanyak cacar monyet berasal dari negara endemi. Maxi menyebut di Indonesia belum ditemukan satu kasus pun.
"Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 21 Mei 2022, laporan adanya kasus cacar monyet baru ada di negara endemi antara lain Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris, dan Amerika," jelas Maxi dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Gejala dan Perbedaan Cacar Monyet dengan Cacar Air yang Harus Anda Tahu
Sementara Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, sejauh ini kasus terbanyak cacar monyet berasal dari negara endemi. Maxi menyebut di Indonesia belum ditemukan satu kasus pun.
"Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 21 Mei 2022, laporan adanya kasus cacar monyet baru ada di negara endemi antara lain Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris, dan Amerika," jelas Maxi dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Gejala dan Perbedaan Cacar Monyet dengan Cacar Air yang Harus Anda Tahu
(dra)
Lihat Juga :