5 Film Thailand yang Kena Sensor di Indonesia
Rabu, 01 Juni 2022 - 19:00 WIB
4. Pitupom-Fatherland (2012)
Film ini bertemakan tentang perselisihan agama yang ada di Thailand. Seorang polisi bernama Taron Yangcheepchob (Sukollawat Kanarot) yang berasal dari Bangkok merupakan penganut agama Budha. Dia adalah polisi yang sedang ditempatkan di wilayah yang terjadi konflik antar agama Islam dengan Budha.
Taron mulai melakukan penyelidikan dan mengetahui akar dari permasalahan konflik tersebut. Semakin jauh dia mencari informasi semakin tertarik juga pada agama Islam.
Film ini memang mengangkat konten yang cukup sensitif tidak hanya di Indonesia saja namun juga beberapa negara di dunia termasuk negara pembuatnya sendiri Thailand. Sehingga film ini sempat ditarik dari peredaran.
5. Cemetery of Splendour (2015)
Film ini menceritakan tentang seorang tentara Itt (Banlop Lomnoi), yang menderita penyakit tidur dan dirawat di sebuah klinik. Suster yang bernama Jenjira (Jenjira Pongpas) di sini bertugas untuk mengawasinya.
Jenjira menduga bahwa penyakit yang diderita oleh tentara ini berkaitan dengan situs kuno yang berada di klinik tersebut.
Film Thailand ini sempat diboikot oleh sutradaranya sendiri dan memilih tidak merilisnya. Alasannya adalah karena film ini mengandung unsur cerita tentang penumpasan militer tahun 1965.
Film ini bertemakan tentang perselisihan agama yang ada di Thailand. Seorang polisi bernama Taron Yangcheepchob (Sukollawat Kanarot) yang berasal dari Bangkok merupakan penganut agama Budha. Dia adalah polisi yang sedang ditempatkan di wilayah yang terjadi konflik antar agama Islam dengan Budha.
Taron mulai melakukan penyelidikan dan mengetahui akar dari permasalahan konflik tersebut. Semakin jauh dia mencari informasi semakin tertarik juga pada agama Islam.
Film ini memang mengangkat konten yang cukup sensitif tidak hanya di Indonesia saja namun juga beberapa negara di dunia termasuk negara pembuatnya sendiri Thailand. Sehingga film ini sempat ditarik dari peredaran.
5. Cemetery of Splendour (2015)
Film ini menceritakan tentang seorang tentara Itt (Banlop Lomnoi), yang menderita penyakit tidur dan dirawat di sebuah klinik. Suster yang bernama Jenjira (Jenjira Pongpas) di sini bertugas untuk mengawasinya.
Jenjira menduga bahwa penyakit yang diderita oleh tentara ini berkaitan dengan situs kuno yang berada di klinik tersebut.
Film Thailand ini sempat diboikot oleh sutradaranya sendiri dan memilih tidak merilisnya. Alasannya adalah karena film ini mengandung unsur cerita tentang penumpasan militer tahun 1965.
(bim)