Catat! Ini Cara Cuan Lewat Kripto Cocok untuk Pemula
Rabu, 15 Juni 2022 - 07:20 WIB
Kripto telah menjadi salah satu instrumen investasi paling populer di kalangan anak muda dunia, termasuk Indonesia. Foto/istimewa
JAKARTA - Kripto telah menjadi salah satu instrumen investasi paling populer di kalangan anak muda dunia, termasuk Indonesia. Kripto sendiri berasal dari kata kriptografi yang berarti teknologi yang diterapkan untuk penyimpanan data dengan pengamanan tingkat tinggi.
Dalam dunia kripto, mining atau kegiatan menambang kripto, serta miners atau berarti penambang kripto, merupakan dua unsur yang sangat penting. Mining sendiri merupakan proses pembuatan koin baru dan juga proses melakukan validasi transaksi kripto.
Direktur All Time Mining, Christoper Vittorio Simon mengatakan saat proses transaksi berhasil, pemilik alat mining akan mendapat komisi karena alatnya telah digunakan sebagai alat validasi transaksi.
"Dalam teknologi blockchain, butuh sebuah validator untuk melakukan validasi transaksi. Contohnya bank sebagai validator di saat kita mengirim uang, dan ada biaya transkasi," kata lelaki yang akrab disapa Vitto itu melalui siaran resminya, Rabu (15/6/2022).
Para penambang, lanjut Vitto, akan bekerja melakukan penyelesaian kode (puzzle) untuk membentuk satu block. Nantinya miners atau penambang yang berhasil membentuk blok akan mendapat upah berupa koin sebagai biaya transaksi.
Dalam kegiatan menambang kripto, alat menambang atau mining rig juga menjadi faktor penting lainnya. Mining rig sendiri merupakan seperangkat komputer yang disusun untuk memudahkan dan meningkatkan performa komputer saat proses menambang kripto.
Baca Juga: 8 Film Korea dengan Adegan Ranjang Terpanas, Nomor 4 Paling Vulgar dan Kontroversi
Dalam dunia kripto, mining atau kegiatan menambang kripto, serta miners atau berarti penambang kripto, merupakan dua unsur yang sangat penting. Mining sendiri merupakan proses pembuatan koin baru dan juga proses melakukan validasi transaksi kripto.
Direktur All Time Mining, Christoper Vittorio Simon mengatakan saat proses transaksi berhasil, pemilik alat mining akan mendapat komisi karena alatnya telah digunakan sebagai alat validasi transaksi.
"Dalam teknologi blockchain, butuh sebuah validator untuk melakukan validasi transaksi. Contohnya bank sebagai validator di saat kita mengirim uang, dan ada biaya transkasi," kata lelaki yang akrab disapa Vitto itu melalui siaran resminya, Rabu (15/6/2022).
Para penambang, lanjut Vitto, akan bekerja melakukan penyelesaian kode (puzzle) untuk membentuk satu block. Nantinya miners atau penambang yang berhasil membentuk blok akan mendapat upah berupa koin sebagai biaya transaksi.
Dalam kegiatan menambang kripto, alat menambang atau mining rig juga menjadi faktor penting lainnya. Mining rig sendiri merupakan seperangkat komputer yang disusun untuk memudahkan dan meningkatkan performa komputer saat proses menambang kripto.
Baca Juga: 8 Film Korea dengan Adegan Ranjang Terpanas, Nomor 4 Paling Vulgar dan Kontroversi
Lihat Juga :