Tembakau Alternatif Diklaim Berdampak Minim terhadap Lingkungan
Jum'at, 17 Juni 2022 - 09:54 WIB
"Sangat keliru jika produk tembakau alternatif dianggap sebagai salah satu sumber masalah lingkungan seperti informasi yang tengah berkembang di masyarakat selama ini. Penggunaan dari produk tembakau alternatif berupa uap, bukan asap seperti pada rokok, sehingga memiliki dampak yang sangat kecil bagi polusi udara dan orang-orang di sekitar pengguna," jelas Shoim dalam sebuah keterangan tertulisnya, Jumat (17/6/2022).
Menurutnya, dengan proses pemanasan, proses dekomposisi termal atau termolisi yang terjadi hanya penguapan, sehingga turut mengurangi zat kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya (Harmful and Potentially Harmful Constituents/HPHC) yang dihasilkan oleh produk tembakau alternatif.
Senyawa yang terdapat pada uap produk tembakau alternatif hanya sekitar 80 jenis, jauh lebih rendah dibandingkan dengan senyawa dalam asap rokok yang mencapai 5.000-an, termasuk senyawa toksik dan senyawa karsinogenik.
"Tidak hanya berkontribusi minim terhadap masalah lingkungan, produk ini juga mampu mengurangi risiko kesehatan bagi penggunanya jika dibandingkan dengan terus merokok. Jadi, sangat disayangkan apabila informasi yang keliru terhadap produk tembakau alternatif terus beredar di masyarakat sehingga potensi manfaat dari produk ini semakin sulit dimaksimalkan oleh perokok dewasa," jelasnya.
Dengan fakta-fakta dan hasil kajian ilmiah yang tersedia mengenai produk tembakau alternatif, Shoim berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menyampaikan informasi akurat mengenai produk ini kepada publik.
"Poin penting yang harus disampaikan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan kepada publik bahwa produk ini bukan sumber masalah lingkungan, terutama polusi udara. Produk ini layak dikedepankan sebagai alternatif bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaannya," ungkapnya.
Menurutnya, dengan proses pemanasan, proses dekomposisi termal atau termolisi yang terjadi hanya penguapan, sehingga turut mengurangi zat kimia berbahaya dan berpotensi berbahaya (Harmful and Potentially Harmful Constituents/HPHC) yang dihasilkan oleh produk tembakau alternatif.
Senyawa yang terdapat pada uap produk tembakau alternatif hanya sekitar 80 jenis, jauh lebih rendah dibandingkan dengan senyawa dalam asap rokok yang mencapai 5.000-an, termasuk senyawa toksik dan senyawa karsinogenik.
"Tidak hanya berkontribusi minim terhadap masalah lingkungan, produk ini juga mampu mengurangi risiko kesehatan bagi penggunanya jika dibandingkan dengan terus merokok. Jadi, sangat disayangkan apabila informasi yang keliru terhadap produk tembakau alternatif terus beredar di masyarakat sehingga potensi manfaat dari produk ini semakin sulit dimaksimalkan oleh perokok dewasa," jelasnya.
Dengan fakta-fakta dan hasil kajian ilmiah yang tersedia mengenai produk tembakau alternatif, Shoim berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menyampaikan informasi akurat mengenai produk ini kepada publik.
"Poin penting yang harus disampaikan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan kepada publik bahwa produk ini bukan sumber masalah lingkungan, terutama polusi udara. Produk ini layak dikedepankan sebagai alternatif bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaannya," ungkapnya.
Lihat Juga :