Indonesia Gandeng Denmark Rilis Kurikulum Pelatihan Penanganan Diabetes Bagi Nakes

Minggu, 26 Juni 2022 - 08:55 WIB
“Saya sangat mengapresiasi kerja sama bilateral dengan pemerintah Denmark dan juga Novo Nordisk Indonesia yang telah berkolaborasi dengan Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer (PKP), Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), dan Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan dalam penyusunan modul pelatihan komprehensif untuk dokter umum di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP),” ujarnya.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Lars Bo Larsen menyatakan, dalam government-to-government memorandum of understanding (G2G MoU) mengenai kerja sama antara Indonesia dan Denmark dalam bidang kesehatan, pihaknya sangat mendukung pemerintah Indonesia. “Melalui kesepakatan tersebut, yang ditandatangani tahun lalu, kami akan mendukung segala upaya tata kelola kesehatan masyarakat Indonesia dalam perawatan diabetes, yang pada akhirnya diharapkan akan menurunkan angka komplikasi yang disebabkan oleh diabetes,” katanya.

Komplikasi diabetes, terutama pada pembuluh darah dan sistem saraf dapat menyebabkan peningkatan angka kesakitan dan kematian, serta dapat menurunkan produktivitas pasien, juga secara tidak langsung, memengaruhi kondisi finansial mereka.

Baca Juga: Diabetes Tipe 2, 3 Sensasi Gula Darah Tinggi di Kaki Perlu Penanganan Dokter

“Sekitar 74% pengeluaran pasien diabetes adalah untuk menangani komplikasi, bukan untuk obat-obatan.4 Untuk memastikan pengidap diabetes dapat mencapai target glikemik dan menghindari komplikasi, kami memerlukan kontribusi dari semua tingkatan layanan kesehatan,“ jelas Direktur (Plt.) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI dr. Elvieda Sariwati, M.Epid.

Menyadari hal tersebut, menjadi penting untuk menyediakan program pelatihan manajemen diabetes yang terakreditasi dengan kurikulum yang terstandarisasi. Pelatihan yang kemudian akan dilakukan oleh lembaga terakreditasi, akan menghasilkan lebih banyak tenaga kesehatan profesional yang mempunyai kemampuan untuk melakukan diagnosa dan mengontrol diabetes.

“Saya mencanangkan kurikulum pengelolaan diabetes melitus tipe-2 sebagai kurikulum berstandar nasional. Kurikulum ini akan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lembaga pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya bagi dokter umum yang mengelola diabetes mellitus di Puskesmas,” ujar Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI drg. Arianti Anaya, MKM.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!