Ahli Sebut Ganja Medis Berisiko Sebabkan Ketergantungan, Penggunaan Harus Diawasi Ketat

Rabu, 29 Juni 2022 - 18:55 WIB
Efek ketergantungan dan halusinasi yang mungkin dialami pasien dengan pengobatan ganja medis berkaitan dengan dosis yang dipakai. Foto Ilustrasi/Freepik
JAKARTA - Banyak pertanyaan bermunculan setelah isu ganja medis merebak luas di masyarakat. Salah satunya adalah, apakah pengobatan dengan ganja medis bisa membuat penggunanya mengalami ketergantungan?

Pertanyaan semacam ini muncul tentu dengan anggapan, seseorang memasukkan ganja ke tubuhnya dan pada umumnya ganja menyebabkan adiktif atau ketergantungan. Nah, pada kasus medis, apakah hal itu terjadi juga?



Prof. Zubairi Djoerban, Ahli Kesehatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menjelaskan bahwa efek ketergantungan dan halusinasi yang mungkin dialami pasien dengan pengobatan ganja medis itu berkaitan dengan dosis yang dipakai.

Baca Juga: Ganja Medis Apakah Aman Digunakan? Begini Jawaban IDI!

"Penggunaan ganja medis bisa memberi efek ketergantungan dan halusinasi? Ini bicara soal pengawasan dan dosis berlebihan," kata Prof. Beri, sapaan akrabnya, di cuitan Twitternya yang diunggah Rabu (29/6/2022).

Prof. Beri melanjutkan, karena ada risiko tersebut, itulah sebabnya penggunaan ganja medis ini harus sangat ketat pengawasannya oleh dokter yang meresepkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!