Efek Instan yang Menyesatkan: Mengapa Jamu Mengandung Bahan Kimia Obat Masih Diminati Masyarakat?

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:16 WIB
loading...
Efek Instan yang Menyesatkan:...
Jamu kerap dipilih masyarakat untuk membantu meredakan keluhan kesehatan.
A A A
JAKARTA - Jamu kerap dipilih masyarakat untuk membantu meredakan keluhan kesehatan. Namun, produk yang memberikan efek terlalu cepat justru perlu diwaspadai karena berpotensi mengandung bahan kimia obat atau BKO.

Ungkapan seperti “baru sekali diminum, pegal langsung hilang” sering dianggap sebagai bukti bahwa suatu produk memiliki khasiat tinggi. Padahal, jamu dan obat bahan alam umumnya bekerja melalui proses biologis secara bertahap.

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Serang, Devana Ardiaty, S.Farm., Apt., mengatakan masyarakat perlu bersikap kritis ketika menemukan jamu yang memberikan hasil dalam waktu sangat singkat.

“Ketika sebuah produk herbal memberikan efek yang terasa terlalu cepat, masyarakat perlu bertanya, benarkah efek itu berasal dari bahan alam atau ada sesuatu yang bekerja di baliknya?” ujar Devana.

Menurutnya, sebagian besar konsumen sebenarnya tidak secara sengaja mencari produk yang mengandung BKO. Mereka hanya menginginkan hasil yang cepat terasa. Keinginan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh pelaku usaha ilegal dengan menambahkan zat tertentu agar produknya dianggap lebih ampuh.

Ribuan Produk Jamu Telah Memiliki Izin Edar

Meski demikian, masyarakat tidak perlu mencurigai seluruh produk jamu yang beredar. Industri obat bahan alam di Indonesia terus berkembang dengan semakin banyak produsen yang memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan khasiat.

Hingga Juni 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan mencatat sebanyak 20.877 produk jamu dan obat bahan alam lainnya masih memiliki izin edar.

Namun, peredaran produk ilegal yang mengandung BKO masih menjadi persoalan. Dalam periode 2020–2026, BPOM menemukan 449 produk jamu mengandung bahan kimia obat.

Produk tersebut antara lain menggunakan nomor izin edar fiktif, tidak terdaftar, atau telah dibatalkan izin edarnya. Temuan paling banyak berasal dari jamu dengan klaim meningkatkan stamina pria, mengatasi pegal linu, dan membantu menurunkan berat badan.

Ketiga kategori tersebut menawarkan manfaat yang umumnya ingin diperoleh konsumen dalam waktu singkat. Efek cepat kemudian menjadi daya tarik utama sekaligus membangun kepercayaan bahwa produk tersebut benar-benar berkhasiat.

Risiko BKO dalam Jamu Stamina Pria
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Siapkan Bank...
Indonesia Siapkan Bank Plasma Nasional, Target Beroperasi pada 2027
BPOM Terbitkan Aturan...
BPOM Terbitkan Aturan Baru Iklan Obat, Influencer Dilarang Promosi
Jamu Aman Bebas Bahan...
Jamu Aman Bebas Bahan Kimia Obat Jadi Kunci Jaga Warisan Budaya Indonesia
Aturan Baru, BPOM Siap...
Aturan Baru, BPOM Siap Tindak Tegas Penjualan Obat Ilegal di Minimarket
BPOM Temukan 24 Obat...
BPOM Temukan 24 Obat Bahan Alam Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Transformasi OMAI DLBS...
Transformasi OMAI DLBS dari Bahan Alam ke Obat Modern
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
Tokopedia Integrasikan...
Tokopedia Integrasikan Layanan Konsultasi Dokter hingga Tebus Obat Daring
Rekomendasi
Bakom Sangkal Febrie...
Bakom Sangkal Febrie Adriansyah Algojo Pemberantasan Korupsi di Kejagung
Profil Irjen Totok Suharyanto,...
Profil Irjen Totok Suharyanto, Kakortastipidkor Polri yang Ungkap Megakorupsi Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Mengapa Safar Dijuluki...
Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Berita Terkini
Kuasa Hukum Tegaskan...
Kuasa Hukum Tegaskan Sarwendah Tak Pernah Laporkan Betrand Peto ke Polres Jaksel
Istri Sirinya Mau Lahiran,...
Istri Sirinya Mau Lahiran, Vicky Prasetyo Minta Doa
Digelar Hari Ini, Ruben...
Digelar Hari Ini, Ruben Onsu Siap Hadapi Sarwendah di Sidang Perdana Gugatan Hak Asuh Anak
Lima Akomodasi di Bali...
Lima Akomodasi di Bali Ini Ramah Lingkungan, Hadirkan Sajian Organik hingga Wellness Retreat
Masayu Anastasia Jadi...
Masayu Anastasia Jadi Dokter Forensik di Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Akui Banyak Tantangan
Strategi Tepat Mengelola...
Strategi Tepat Mengelola Pemesanan Tiket Pesawat Perjalanan Bisnis
Infografis
5 Obat Sirup yang Mengandung...
5 Obat Sirup yang Mengandung Cemaran EG Lebihi Ambang Batas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved