10 Delegasi Hadiri ASEAN Tourism Forum, Sandiaga Uno Siapkan Travel Plan ke Desa Wisata Yogyakarta
Minggu, 03 Juli 2022 - 16:39 WIB
Keasrian dari Desa Wisata Widosari tidak bisa dipungkiri lagi. Sejauh mata memandang panorama alam yang disuguhkan di Desa Widosari luar biasa indah. Benar-benar memanjakan mata. Apalagi ketika berada di Puncak Widosari, salah satu atraksi wisata yang sangat diminati wisatawan. Dengan ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), tidak heran jika semilir angin terus berhembus.
Selain Puncak Widosari, ada pula Kebun Teh Kemadon dengan luas satu hektare. Untuk menyusuri kebun teh ini sudah disediakan jalan setapak di hamparan terasering yang tersusun rapi dengan tinggi yang sama di tiap lariknya. Pemandangan Pegunungan Menoreh yang indah inilah menjadi spot favorit pengunjung yang gemar berselfie.
Desa Wisata Widosari juga dikenal dengan hewan domba dan kambing berkualitas terbaik. Domba dan kambing ini dirawat dan dipelihara di Rajendra Farm. Selain daging domba dan kambing tersebut bisa diolah menjadi berbagai macam kuliner seperti sate dan sop, Rajendra Farm ini juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata edukasi hewan ternak.
Kekayaan alam Desa Wisata Widosari kian lengkap dengan beragam subsektor ekonomi kreatif yang masih dilestarikan masyarakat setempat. Di antaranya seni pertunjukan ada wayang kulit, kuda lumping, tari bangilun, tari lengger tapeng. Menparekraf Sandiaga pun disambut dengan tari bangilun. Dimana tarian ini memang dihadirkan saat penyambutan tamu penting dan juga untuk kepentingan beberapa upacara adat.
Untuk subsektor kuliner ada teh sangrai Widosari, enting-enting jahe, geblek, dan gula aren. Kemudian, fesyen seperti batik tulis, batik cap, dan batik gradasi. Di subsektor kriya ada kentongan ukir, topeng kayu, hingga wayang kulit.
Desa Wisata Widosari juga memiliki beberapa amenitas dengan standard CHSE yang baik. Seperti homestay yang masih menyatu dengan pemilik rumah. Homestay ini menawarkan pengalaman bermalam di rumah tradisional Joglo. Baru-baru ini homestay Desa Widosari memenangkan penghargaan Juara 1 sebagai homestay terbaik di D.I. Yogyakarta.
Selain Puncak Widosari, ada pula Kebun Teh Kemadon dengan luas satu hektare. Untuk menyusuri kebun teh ini sudah disediakan jalan setapak di hamparan terasering yang tersusun rapi dengan tinggi yang sama di tiap lariknya. Pemandangan Pegunungan Menoreh yang indah inilah menjadi spot favorit pengunjung yang gemar berselfie.
Desa Wisata Widosari juga dikenal dengan hewan domba dan kambing berkualitas terbaik. Domba dan kambing ini dirawat dan dipelihara di Rajendra Farm. Selain daging domba dan kambing tersebut bisa diolah menjadi berbagai macam kuliner seperti sate dan sop, Rajendra Farm ini juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata edukasi hewan ternak.
Kekayaan alam Desa Wisata Widosari kian lengkap dengan beragam subsektor ekonomi kreatif yang masih dilestarikan masyarakat setempat. Di antaranya seni pertunjukan ada wayang kulit, kuda lumping, tari bangilun, tari lengger tapeng. Menparekraf Sandiaga pun disambut dengan tari bangilun. Dimana tarian ini memang dihadirkan saat penyambutan tamu penting dan juga untuk kepentingan beberapa upacara adat.
Untuk subsektor kuliner ada teh sangrai Widosari, enting-enting jahe, geblek, dan gula aren. Kemudian, fesyen seperti batik tulis, batik cap, dan batik gradasi. Di subsektor kriya ada kentongan ukir, topeng kayu, hingga wayang kulit.
Desa Wisata Widosari juga memiliki beberapa amenitas dengan standard CHSE yang baik. Seperti homestay yang masih menyatu dengan pemilik rumah. Homestay ini menawarkan pengalaman bermalam di rumah tradisional Joglo. Baru-baru ini homestay Desa Widosari memenangkan penghargaan Juara 1 sebagai homestay terbaik di D.I. Yogyakarta.
Lihat Juga :