4 Wisata Sejarah di Bandung yang Wajib Disambangi, Nomor Terakhir Dikenal Kawasan Elite

Jum'at, 15 Juli 2022 - 13:17 WIB
Melansir laman Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya milik Kemendikbud, gedung ini mulai dibangun pada tahun 1920 oleh pemerintah Belanda. Niat awalnya, Gedung Sate akan diperuntukkan bagi Departemen Verkeer en Waterstaat atau Departemen Pekerjaan Umum dan Pengairan. Di sisi timur gedung ini, dibangun pula gedung Pusat Pos, Telegeram, dan Telepon.

Pembangunan Gedung Sate masuk dalam program pemerintah Belanda dalam rangka memindahkan pusat militer Hindia-Belanda, dari daerah Meester Cornelis di Batavia (kini Jatinegara, Jakarta) ke Bandung. Sang arsitek yang andal yang melahirkan desain mewah Gedung Sate adalah Ir. J. Gerber dan timnya. Peletakan batu pertama gedung ini dilakukan oleh Johanna Catherina Coops, anak Wali Kota Bandung kala itu, B. Coops.

Setelah diresmikan, Gedung Sate diberi nama Pusat Pemerintah atau Gouvernements Bedrijven dan digunakan sebagai Kantor Jawatan Pekerjaan Umum. Kala Jepang menguasai Nusantara, gedung ini difungsikan untuk pemerintahan Jepang. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini dipakai sebagai kantor Departemen Pekerjaan Umum. Baru kemudian di tahun 1980, resmi digunakan sebagai kantor pemerintahan Jawa Barat sampai saat ini.

2. Monumen Bandung Lautan Api

Monumen Bandung Lautan Api juga tak boleh ketinggalan dari daftar destinasi wisata yang wajib disambangi saat berkunjung ke Bandung. Seperti namanya, monumen ini dibangun untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api pada 23 Maret 1946, di mana masyarakat Bandung berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kemerdekaan.

Melansir Okezone, saat itu, dalam periode waktu 7 jam ada sekitar 200 ribu masyarakat Bandung yang membakar rumah mereka sendiri. Selanjutnya, mereka pergi ke wilayah pegunungan di selatan Bandung. Hal tersebut dimaksudkan agar Bandung tidak digunakan untuk markas militer dalam perang kemerdekaan.

Monumen ini terletak di bagian utara Lapangan Tegalega. Diketahui, monumen Bandung Lautan Api mempunyai tinggi 45 meter dengan 9 bidang sisi. Pembangunannya dilakukan pada 1981, berdasarkan rancangan seniman kontemporer, Sunaryo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!