Diskriminasi, Mengapa Ada dan Terus Terulang?

Sabtu, 27 Juni 2020 - 08:01 WIB


Foto: Getty Images

Pertanyaannya, mengapa bisa terus berulang?

Andi Muhammad Rezaldy, staf Divisi Pembelaan HAM di LSM Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menjelaskan bahwa diskriminasi bermula dari adanya prasangka, dan terulang karena prasangka dibiarkan tumbuh berkembang.

“Dari prasangka itu berubah ke dalam bentuk tindakan. Prasangka itu maksudnya sikap negatif kita dalam berpikir terhadap individu atau kelompok tertentu tanpa dasar alasan yang benar,” jelas Andi.

Dilanggengkan Kebijakan

Masih menurut Andi, prasangka bisa muncul dari berbagai sumber, salah satunya dari faktor lingkungan.

“Setiap dari diri kita, saya percaya awalnya tidak memiliki prasangka buruk atau menaruh kebencian terhadap kelompok tertentu, tapi karena adanya faktor lingkungan atau eksternal, sikap kebencian itu dapat timbul dan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.

Selain itu, ada juga teori kambing hitam, yang pada intinya karena rasa kecewa atau frustasinya yang gak bisa diekspresikan, maka ia arahkan pada target yang dianggap rentan dan lemah.



Foto: fedemploymentlaw.com
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!