Penyerapan Kalsium yang Optimal Bantu Jaga Kesehatan Tulang hingga Tua
Kamis, 28 Juli 2022 - 17:00 WIB
Dr. Isa menjelaskan dosis harian kalsium berbeda jumlahnya berdasarkan umur. Usia 1-3 tahun hanya membutuhkan 700 mg kalsium per harinya, sedangkan di usia 4-8 tahun akan meningkat menjadi 1.000 mg per hari, dan 1.300 mg per hari pada usia 9-18 tahun. Dosis 1.300 mg per hari ini juga diperlukan wanita saat hamil.
"Kita tidak bisa memastikan apakah dari makanan, susu, dan sebagainya bisa mendapatkan kalsium dengan kadar sebesar itu," jelas Dr. Isa.
Suplemen sama seperti makanan, namun dalam bentuk yang berbeda. Oleh karena itu, Dr. Isa menyarankan untuk mengonsumsi suplemen tulang, sebagai tambahan dari makanan atau susu yang dikonsumsi. Namun, mengonsumsi kalsium dan vitamin D3 juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan.
“Istilahnya, suplemen itu adalah ekstrak dari makanan yang kita konsumsi. Bayangkan, pada saat pandemi, kita banyak minum vitamin D3 dengan kandungan kalsium tinggi. Jika kalsium tersebut itu tidak masuk pada tempatnya, misalnya ke usus, itu akan berbahaya," ucap Dr. Isa.
"Bahkan, kalsium juga bisa numpuk ke ginjal, kalau tidak ada yang mengarahkan. Bila kalsiumnya banyak ada di pembuluh darah, maka berpotensi membentuk plak yang membuat risiko serangan jantung," tambahnya.
Baca Juga: Ciri-ciri Tulang Kaki Retak, Kenali Tanda dan Penanganannya Sebelum Terlambat
Agar konsumsi vitamin D3 dan kalsium bisa pas dan hanya masuk ke tulang, bukan beredar di darah, maka dibutuhkan tambahan vitamin K2 yang berfungsi mengarahkan dan memastikan kalsium masuk ke tulang.
"Vitamin K2 itu fungsinya mengikat agar kalsium itu tepat sasaran, diletakkan di tulang, bukan di tempat yang lain. Karena kalau kalsium diletakan di pembuluh darah, akan menjadi plak, dan ini berbahaya dan membahayakan jantung," ujar Dr. Isa.
"Artinya, kalau kalsium tidak tepat sasaran dan tercecer di berbagai tempat yang bukan semestinya, akibatnya berbahaya. Nah, fungsi vitamin K2 ini adalah mengarahkan dan mengawal kalsium masuk tepat sasaran ke dalam tulang," lanjutnya.
Selain vitamin K2, kandungan magnesium juga penting yang berfungsi sebagai pengontrol, sama seperti vitamin D3. Magnesium bisa membantu penyerapan kalsium, sehingga kadar kalsium di dalam tubuh menjadi cukup dan mengarahkan ke tempatnya.
"Kita tidak bisa memastikan apakah dari makanan, susu, dan sebagainya bisa mendapatkan kalsium dengan kadar sebesar itu," jelas Dr. Isa.
Suplemen sama seperti makanan, namun dalam bentuk yang berbeda. Oleh karena itu, Dr. Isa menyarankan untuk mengonsumsi suplemen tulang, sebagai tambahan dari makanan atau susu yang dikonsumsi. Namun, mengonsumsi kalsium dan vitamin D3 juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan.
“Istilahnya, suplemen itu adalah ekstrak dari makanan yang kita konsumsi. Bayangkan, pada saat pandemi, kita banyak minum vitamin D3 dengan kandungan kalsium tinggi. Jika kalsium tersebut itu tidak masuk pada tempatnya, misalnya ke usus, itu akan berbahaya," ucap Dr. Isa.
"Bahkan, kalsium juga bisa numpuk ke ginjal, kalau tidak ada yang mengarahkan. Bila kalsiumnya banyak ada di pembuluh darah, maka berpotensi membentuk plak yang membuat risiko serangan jantung," tambahnya.
Baca Juga: Ciri-ciri Tulang Kaki Retak, Kenali Tanda dan Penanganannya Sebelum Terlambat
Agar konsumsi vitamin D3 dan kalsium bisa pas dan hanya masuk ke tulang, bukan beredar di darah, maka dibutuhkan tambahan vitamin K2 yang berfungsi mengarahkan dan memastikan kalsium masuk ke tulang.
"Vitamin K2 itu fungsinya mengikat agar kalsium itu tepat sasaran, diletakkan di tulang, bukan di tempat yang lain. Karena kalau kalsium diletakan di pembuluh darah, akan menjadi plak, dan ini berbahaya dan membahayakan jantung," ujar Dr. Isa.
"Artinya, kalau kalsium tidak tepat sasaran dan tercecer di berbagai tempat yang bukan semestinya, akibatnya berbahaya. Nah, fungsi vitamin K2 ini adalah mengarahkan dan mengawal kalsium masuk tepat sasaran ke dalam tulang," lanjutnya.
Selain vitamin K2, kandungan magnesium juga penting yang berfungsi sebagai pengontrol, sama seperti vitamin D3. Magnesium bisa membantu penyerapan kalsium, sehingga kadar kalsium di dalam tubuh menjadi cukup dan mengarahkan ke tempatnya.
Lihat Juga :