Benarkah Nasi Putih Mengandung Banyak Gula?
Rabu, 03 Agustus 2022 - 16:29 WIB
Nasi putih merupakan salah satu makanan pokok yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Beberapa orang memilih untuk membatasi atau menghindari konsumsi nasi putih karena dianggap tinggi gula. Foto/MNC Media
JAKARTA - Nasi putih merupakan salah satu makanan pokok yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Beberapa orang memilih untuk membatasi atau menghindari konsumsi nasi putih karena dianggap tinggi gula.
Sementara itu, makanan yang tinggi gula dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit diabetes. Nasi adalah karbohidrat. Ketika makan karbohidrat, tubuh memecahnya menjadi gula, yang kemudian memasuki aliran darah dan meningkatkan kadar gula darah.
Dilansir dari Live Strong, satu porsi nasi putih berbutir panjang sebanyak 100 gram mengandung 0,05 gram gula, tetapi mengandung 28,17 gram karbohidrat, yang diubah tubuh menjadi gula.
Kandungan glukosa pada nasi putih lebih tinggi dibanding nasi merah yang miliki banyak serat. Beberapa ahli memang menyatakan bahwa nasi putih harus tetap menjadi bagian penting diet harian, setidaknya sekali dalam sehari. Namun, dalam mengonsumsi nasi putih harus tetap terkontrol agar tidak terjadi kenaikan berat badan dan terhindar dari diabetes.
Baca Juga: Saran dari Para Ahli untuk Cegah Silent Killer Menyerang
Sementara itu, makanan yang tinggi gula dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit diabetes. Nasi adalah karbohidrat. Ketika makan karbohidrat, tubuh memecahnya menjadi gula, yang kemudian memasuki aliran darah dan meningkatkan kadar gula darah.
Dilansir dari Live Strong, satu porsi nasi putih berbutir panjang sebanyak 100 gram mengandung 0,05 gram gula, tetapi mengandung 28,17 gram karbohidrat, yang diubah tubuh menjadi gula.
Kandungan glukosa pada nasi putih lebih tinggi dibanding nasi merah yang miliki banyak serat. Beberapa ahli memang menyatakan bahwa nasi putih harus tetap menjadi bagian penting diet harian, setidaknya sekali dalam sehari. Namun, dalam mengonsumsi nasi putih harus tetap terkontrol agar tidak terjadi kenaikan berat badan dan terhindar dari diabetes.
Baca Juga: Saran dari Para Ahli untuk Cegah Silent Killer Menyerang
Lihat Juga :