Kenalkan Cita Rasa Makanan pada Anak, Orang Tua Diperkenankan Pakai Micin Secukupnya
Rabu, 03 Agustus 2022 - 09:17 WIB
Lebih lanjut, Ardi mengatakan, air susu ibu juga mengandung glutamat yaitu 44,17 persen dari total protein yang dikandungnya. Ini yang membuat bayi ketagihan ASI karena rasanya yang gurih.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut konsumsi glutamat sesuai dengan kebutuhan tidak akan berdampak pada kesehatan. Ardi pun menyebutkan, belum ada penelitian yang membuktikan seputar mitos MSG yang berdampak serius bagi kesehatan manusia.
"MSG boleh enggak ya, berbahaya enggak ya, pasti ada pertanyaan itu. Anak-anak butuh makanan lezat, cita rasa yang enak enggak mungkin hambar, tapi ada takarannya, gula, garam, lemak. Tapi untuk MSG gimana? Jangan ragu ya, MSG tidak berbahaya asal dikonsumsi secukupnya," papar Ardi.
Ardi Santoso mengatakan, konsumsi MSG sangat merata di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Fakta ini menepis anggapan bahwa mengonsumsi micin bikin bodoh anak.
"Jadi kalau memang MSG bikin bodoh, tentu saja seluruh negara tidak akan mengonsumsi MSG dengan jumlah yang banyak," ungkapnya.
Selain dianggap menjadi pemicu kebodohan pada anak, mitos lainnya yang berkembang yakni MSG dapat mengganggu fungsi kerja otak, generasi micin, meningkatkan risiko asma, meningkatkan kanker, dan memicu kelebihan berat badan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebut konsumsi glutamat sesuai dengan kebutuhan tidak akan berdampak pada kesehatan. Ardi pun menyebutkan, belum ada penelitian yang membuktikan seputar mitos MSG yang berdampak serius bagi kesehatan manusia.
"MSG boleh enggak ya, berbahaya enggak ya, pasti ada pertanyaan itu. Anak-anak butuh makanan lezat, cita rasa yang enak enggak mungkin hambar, tapi ada takarannya, gula, garam, lemak. Tapi untuk MSG gimana? Jangan ragu ya, MSG tidak berbahaya asal dikonsumsi secukupnya," papar Ardi.
Ardi Santoso mengatakan, konsumsi MSG sangat merata di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Fakta ini menepis anggapan bahwa mengonsumsi micin bikin bodoh anak.
"Jadi kalau memang MSG bikin bodoh, tentu saja seluruh negara tidak akan mengonsumsi MSG dengan jumlah yang banyak," ungkapnya.
Selain dianggap menjadi pemicu kebodohan pada anak, mitos lainnya yang berkembang yakni MSG dapat mengganggu fungsi kerja otak, generasi micin, meningkatkan risiko asma, meningkatkan kanker, dan memicu kelebihan berat badan.
Lihat Juga :