CERMIN: Diplomasi Masakan

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 14:00 WIB


Foto: HBO Go

Saya terkesan ketika membaca buku Grit: The Power of Passion and Perseverance yang ditulis seorang profesor psikologi dari Universitas Pennsylvania, Angela Lee Duckworth. Dalam buku yang disusun dari riset bertahun-tahun ini disebutkan bahwa rahasia untuk pencapaian yang luar biasa bukanlah bakat, tetapi perpaduan antara hasrat (passion) dan kegigihan (perseverance) yang ia sebut sebagai grit(ketabahan).

Untuk menjadi sukses, kita membutuhkan usaha terus menerus dalam waktu yang lama dan kemampuan untuk bangkit ketika mengalami kegagalan.

Baca Juga: CERMIN: di Balik Cahaya Gemerlapan

Program acara The French Chef nyaris tak diproduksi karena petinggi televisi tak percaya acara masak-memasak akan disukai pemirsa. Tapi Julia gigih dan mempertaruhkan uang pribadinya untuk memproduksi episode pilot.

Perjuangannya belum selesai karena episode pilot ini pun dinilai tak menarik. Kritik terbesar justru ditujukan pada penampilannya yang khas. Namun sebagaimana riset Angela, hasrat dan kegigihan terfomulasi dalam diri Julia dan membuatnya memperjuangkan sepenuh hati hal yang diyakininya. Dan selebihnya adalah sejarah.



Foto: HBO Go

Rudy sebagaimana Julia membuat kita percaya masakan bisa melintasi tak hanya ruang tapi juga menembus batas wilayah. Saat ini masakan bahkan sering digunakan sebagai medium untuk berdiplomasi. Ketika sebuah keputusan mandek dan berlarut-larut, maka hal terbaik untuk melanjutkannya bisa jadi adalah membicarakannya kembali di meja makan, sembari menikmati masakan demi masakan yang tersaji.

Rudy sebagaimana Julia juga adalah perintis. Yang membuat kita percaya bahwa program masak-memasak di televisi bisa disajikan dengan sederhana dan menghibur. Tanpa kompetisi, tanpa drama, tanpa bumbu-bumbu yang sejatinya kurang perlu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!