Pernikahan Cuma Bertahan 11 Bulan, Desy Ratnasari Ngaku Malu dan Ingin Menutup Diri
Senin, 12 September 2022 - 17:10 WIB
"Yang pertama 11 bulan lho. Helo! Lagi terkenal banget, tiba-tiba bercerai. Malu? yes,” kata Desy Ratnasari, dikutip dari kanal YouTube Channel Orami Entertainment, Senin (12/9/2022).
Ketika mengalami keterpurukan itu, Desy hanya bisa menutup diri. Dia tak bercerita banyak tentang prahara rumah tangganya kepada keluarga besar, apalagi publik. Rupanya, pilihan artis kelahiran 1973 ini untuk diam dilatarbelakangi nasihat sang nenek. Nenek Desy selalu menasihatinya untuk tidak mengumbar cerita sedih, karena tempat curhat yang paling benar hanyalah Tuhan.
"Nenek saya selalu bilang, cerita (sedih) hanya boleh ke Allah. Kalau ke saudara (ceritanya) yang senang aja. Kalau problem saya sudah beres, baru boleh cerita ke saudara," kata Desy.
Baca Juga: Sering Diajak Nikah, Desy Ratnasari Ogah Punya Suami Brondong
Saat gagal berumah tangga, Desy diajarkan sang nenek untuk tidak menyalahkan orang lain. Sebaliknya, dialah yang harus introspeksi diri dan bisa segera bangkit dari keterpurukan.
"Nenek saya bilang, kamu boleh sedih, tapi batasi. Seminggu? Atau mau berapa minggu? Kan kita nggak tahu ya mau berapa lama berkabung. Ya justru karena kamu nggak tahu, makanya cepetan kerja, supaya pikirannya nggak di situ terus," ungkap Desy.
Ketika mengalami keterpurukan itu, Desy hanya bisa menutup diri. Dia tak bercerita banyak tentang prahara rumah tangganya kepada keluarga besar, apalagi publik. Rupanya, pilihan artis kelahiran 1973 ini untuk diam dilatarbelakangi nasihat sang nenek. Nenek Desy selalu menasihatinya untuk tidak mengumbar cerita sedih, karena tempat curhat yang paling benar hanyalah Tuhan.
"Nenek saya selalu bilang, cerita (sedih) hanya boleh ke Allah. Kalau ke saudara (ceritanya) yang senang aja. Kalau problem saya sudah beres, baru boleh cerita ke saudara," kata Desy.
Baca Juga: Sering Diajak Nikah, Desy Ratnasari Ogah Punya Suami Brondong
Saat gagal berumah tangga, Desy diajarkan sang nenek untuk tidak menyalahkan orang lain. Sebaliknya, dialah yang harus introspeksi diri dan bisa segera bangkit dari keterpurukan.
"Nenek saya bilang, kamu boleh sedih, tapi batasi. Seminggu? Atau mau berapa minggu? Kan kita nggak tahu ya mau berapa lama berkabung. Ya justru karena kamu nggak tahu, makanya cepetan kerja, supaya pikirannya nggak di situ terus," ungkap Desy.
Lihat Juga :