Hadapi Darurat Kesehatan Global, RSPAU dr. S Hardjolukito Gelar Webinar Kesehatan Nasional Monkeypox
Kamis, 15 September 2022 - 17:57 WIB
Webinar dibuka oleh wakil Ketua Umum PIA Ardya Garini Ibu Thres Gustaf Brugman, dimana dalam sambutanya beliau menyampaikan apresiasi kepada Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD, Sp.KP yang telah menyelenggarakan webinar ini mengingat adanya potensi penularan penyakit ini di Indonesia, maka diperlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan oleh semua pihak, baik dari pemerintah, tenaga kesehatan, dan yang paling penting adalah keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat.
Sebagai pemateri pertama dalam webinar kali ini yaitu Marsma TNI dr. Mukti A Berlian Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, menyampaikan materi tentang "Mengenal Gejala Penyakit Monkeypox". Dalam paparanya disampaikan bahwa gejala monkeypox dapat ditandai dengan demam >38; ruam setelah 1-3 hari (makula, papula, vesikel, pustul) dimulai di kepala-telapak tangan & kaki. Gejala yang membedakan monkeypox dengan penyakit cacar lainnya adalah adanya pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati).
Pemateri kedua adalah Dr. dr Atik Choirul Hidajah, M.Kes menyampaikan materi tentang "Epidemiologi Monkeypox". Dimana di Indonesia per-28 Agustus 2022, terdapat 1 kasus terkonformasi monkeypox di wilayah DKI Jakarta dan 38 kasus discarded tersebar di seluruh Indonesia. Aktivitas surveilans epidemiologi meliputi surveilans, respon dan kesiapsiagaan.
Pemateri terakhir yaitu Dr. dr. Yanri Wijayanti Subroto, Ph.D., Sp.PD., KPTI, FINASIM (Anggota Satgas Monkeypox PB IDI) menyampaikan materi tentang "Pencegahan dan Tatalaksana Penyakit Monkeypox Dimulai Dari Keluarga".
Dokter Yanri menyampaikan bahwa penyakit MonkeyPox ini belum ada obat (seperti virus lain) dan vaksin (masih dalam penelitian). Namun dapat dilakukan pencegahan di lingkup keluarga yaitu hindari kontak erat kulit-ke-kulit dengan orang yang mempunyai ruam yang menyerupai monkeypox, hindari barang dan material yang pernah digunakan orang terinfeksi, cuci tangan sesering mungkin dengan sabun atau hand-sanitizer, terutama sebelum makan atau memegang wajah dan setelah menggunakan kamar mandi.
Sebagai pemateri pertama dalam webinar kali ini yaitu Marsma TNI dr. Mukti A Berlian Kepala RSPAU dr. S. Hardjolukito, menyampaikan materi tentang "Mengenal Gejala Penyakit Monkeypox". Dalam paparanya disampaikan bahwa gejala monkeypox dapat ditandai dengan demam >38; ruam setelah 1-3 hari (makula, papula, vesikel, pustul) dimulai di kepala-telapak tangan & kaki. Gejala yang membedakan monkeypox dengan penyakit cacar lainnya adalah adanya pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati).
Pemateri kedua adalah Dr. dr Atik Choirul Hidajah, M.Kes menyampaikan materi tentang "Epidemiologi Monkeypox". Dimana di Indonesia per-28 Agustus 2022, terdapat 1 kasus terkonformasi monkeypox di wilayah DKI Jakarta dan 38 kasus discarded tersebar di seluruh Indonesia. Aktivitas surveilans epidemiologi meliputi surveilans, respon dan kesiapsiagaan.
Pemateri terakhir yaitu Dr. dr. Yanri Wijayanti Subroto, Ph.D., Sp.PD., KPTI, FINASIM (Anggota Satgas Monkeypox PB IDI) menyampaikan materi tentang "Pencegahan dan Tatalaksana Penyakit Monkeypox Dimulai Dari Keluarga".
Dokter Yanri menyampaikan bahwa penyakit MonkeyPox ini belum ada obat (seperti virus lain) dan vaksin (masih dalam penelitian). Namun dapat dilakukan pencegahan di lingkup keluarga yaitu hindari kontak erat kulit-ke-kulit dengan orang yang mempunyai ruam yang menyerupai monkeypox, hindari barang dan material yang pernah digunakan orang terinfeksi, cuci tangan sesering mungkin dengan sabun atau hand-sanitizer, terutama sebelum makan atau memegang wajah dan setelah menggunakan kamar mandi.
Lihat Juga :