Mengapa Tubuh Pendek Levi Tidak Jadi Beban di Attack on Titan?
Jum'at, 16 September 2022 - 06:13 WIB
Foto: YouTube
Levi adalah Tentara Terkuat Manusia di Attack on Titan. Namun, dia bukanlah karakter terkuat yang mengikuti algoritma tertentu, yaitu besar, tinggi menjulang, dan punya lebih banyak otot ketimbang akal sehat. Karakter inilah yang biasanya digambarkan pada karakter terkuat di banyak format media karena penampilan fisik mereka harus dianggap yang terbaik.
Di sisi lain, karakter yang lebih kecil biasanya diperlihatkan sebagai karakter penakut, lemah, dan rapuh. Mungil dan tak berguna, mereka menunggu karakter bertubuh gagah perkasa datang dan menyelamatkan mereka. Kadang, mereka bahkan digunakan sebagai karakter lucu-lucuan, hanya tampil untuk sasaran candaan.
Tentu saja, Levi tidak pas ke kategori-kategori ini. Tinggi badannya tidak menentukan karakternya. Pria kecil dan sangat menyadarinya, tinggi badannya tidak pernah dipakai untuk bahan tertawaan dan tidak untuk dikomentari. Banyak karakter lain yang menjulang di atasnya. Mereka memandang ke bawah ke arah Levi, secara harafiah, bukan kiasan. Tinggi badannya jarang disinggung di Attack on Titan. Mereka yang menyebutnya cenderung menyinggung soal ini saat baru pertama melihatnya.
Levi memang pendek, tapi membelah musuh raksasanya lebih baik ketimbang orang lain, bahkan tanpa kesulitan yang berarti. Kemampuannya yang mirip dewa membuatnya mampu melumpuhkan orang dengan tinggi badan berkali-kali lebih tinggi darinya dengan mudah. Levi bahkan tidak pernah memikirkan kemungkinan kalau dia akan kalah. Itu bukanlah pilihan. Meski “hanya” 160 cm Levi adalah karakter tanpa tanding dalam hal kekuatan dan ketangkasan.
Levi adalah Tentara Terkuat Manusia di Attack on Titan. Namun, dia bukanlah karakter terkuat yang mengikuti algoritma tertentu, yaitu besar, tinggi menjulang, dan punya lebih banyak otot ketimbang akal sehat. Karakter inilah yang biasanya digambarkan pada karakter terkuat di banyak format media karena penampilan fisik mereka harus dianggap yang terbaik.
Di sisi lain, karakter yang lebih kecil biasanya diperlihatkan sebagai karakter penakut, lemah, dan rapuh. Mungil dan tak berguna, mereka menunggu karakter bertubuh gagah perkasa datang dan menyelamatkan mereka. Kadang, mereka bahkan digunakan sebagai karakter lucu-lucuan, hanya tampil untuk sasaran candaan.
Tentu saja, Levi tidak pas ke kategori-kategori ini. Tinggi badannya tidak menentukan karakternya. Pria kecil dan sangat menyadarinya, tinggi badannya tidak pernah dipakai untuk bahan tertawaan dan tidak untuk dikomentari. Banyak karakter lain yang menjulang di atasnya. Mereka memandang ke bawah ke arah Levi, secara harafiah, bukan kiasan. Tinggi badannya jarang disinggung di Attack on Titan. Mereka yang menyebutnya cenderung menyinggung soal ini saat baru pertama melihatnya.
Levi memang pendek, tapi membelah musuh raksasanya lebih baik ketimbang orang lain, bahkan tanpa kesulitan yang berarti. Kemampuannya yang mirip dewa membuatnya mampu melumpuhkan orang dengan tinggi badan berkali-kali lebih tinggi darinya dengan mudah. Levi bahkan tidak pernah memikirkan kemungkinan kalau dia akan kalah. Itu bukanlah pilihan. Meski “hanya” 160 cm Levi adalah karakter tanpa tanding dalam hal kekuatan dan ketangkasan.
2. Tubuh Pendek Memberi Levi Mobilitas Lebih Besar ketika Melawan Titan
Lihat Juga :