Perkuat Akurasi Informasi, Diperlukan Kajian Ilmiah Soal Tembakau Alternatif

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 14:02 WIB
Sayangnya, kata Johan, hasil kajian ilmiah tersebut belum terdistribusi dengan baik kepada publik. Hal ini dikarenakan minimnya dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menyebarluaskannya.

"Salah satu alasannya karena kurang dukungan pemerintah. Untuk tahap awal cukup duduk bersama dengan pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan," ujar dia.

Johan khawatir lantaran belum adanya informasi berlandaskan hasil kajian ilmiah yang disuarakan pemerintah akan berpengaruh besar terhadap upaya dalam menurunkan prevalensi perokok.

Perokok dewasa bakal tetap dengan kebiasaannya karena minimnya informasi akurat mengenai produk tembakau alternatif yang telah terbukti memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok.

Padahal, berdasarkan data yang telah dipublikasikan Public Health England, divisi dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial di Inggris, pada Februari 2021 menunjukkan bahwa produk tembakau alternatif sangat efektif membantu dalam menurunkan jumlah perokok secara signifikan.

Pada 2020, sebanyak 27,2 persen orang menggunakan produk tembakau alternatif sebagai bantuan untuk beralih dari rokok dalam kurun waktu 12 bulan dibandingkan dengan 1,5 persen orang yang menggunakan terapi pengganti nikotin dan 4,4 persen yang menggunakan obat varenicline.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!