Studi: Tidur Bersama Pasangan Membantu Tidur Lebih Nyenyak

Senin, 06 Juli 2020 - 21:03 WIB
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa pasangan yang tidur bersama dapat membantu tidur lebih nyenyak dan lelap. Foto/Istimewa.
JAKARTA - Sebuah penelitian baru menemukan bahwa pasangan yang tidur bersama dapat membantu tidur lebih nyenyak dan lelap saat istirahat atau eye movement sleep (REM).

Kondisi REM adalah salah satu tahap paling penting dari tidur dan dibutuhkan oleh tubuh untuk mengkonsolidasikan ingatan, mengatur emosi dan memecahkan masalah.



Penelitian menemukan, pasangan memiliki periode REM kurang terfragmentasi dan lebih lama tidak terganggu ketika tidur bersama daripada ketika mereka tidur sendirian. Pasangan yang tidur bersama juga menyinkronkan pola tidur mereka, yang menurut peneliti merupakan tanda kepuasan dan kedalaman hubungan.

Dilansir CNN, semakin tinggi peserta menilai pentingnya hubungan dengan kehidupan mereka, semakin kuat sinkronisasi tidur dengan pasangan mereka.

Pada dasarnya tubuh berputar melalui empat fase tidur yang berbeda untuk memulihkan diri sepenuhnya. Di tahap satu, Anda mulai tidur dengan ringan dan terlepas dari lingkungan di tahap kedua, di mana akan menghabiskan sebagian besar waktu tidur total Anda.

Tahapan tiga dan empat berisi tidur yang paling dalam, paling memulihkan dan kondisi REM yang melamun, atau eye movement sleep. Tahap REM dapat terjadi kapan saja selama periode itu, tetapi rata-rata, itu dimulai sekitar 90 menit setelah Anda tertidur. Inilah saatnya tubuh dan otak sibuk menyimpan ingatan, mengatur suasana hati dan belajar. Itu juga terjadi saat Anda bermimpi. Otot lengan dan kaki lumpuh untuk sementara waktu selama tidur REM.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!