CERMIN: Martha Mitchell di Tengah Sirkus Watergate
Rabu, 19 Oktober 2022 - 18:37 WIB
Seperti publik figur hari ini, Martha memanfaatkan betul popularitasnya dan bagaimana laparnya media atas informasi darinya. Namun berbeda dari banyak publik figur negeri ini yang memanfaatkan media semata untuk kepentingan pribadi, Martha justru menggunakannya untuk membocorkan informasi demi informasi penting agar diketahui khalayak. Hingga bom bernama skandal Watergate itu meledak.
Foto: Lionsgate
Bob, Carl dan Martha sudah mencium bau amis dari Gedung Putih. Dan pada akhirnya pendobrakan paling terkenal sepanjang sejarah itu bukan sekedar pendobrakan biasa. Pendobrakan itu diyakini terjadi atas perintah langsung dari orang paling berkuasa di Amerika Serikat.
Dan,Gaslit membawa kita masuk ke dalam sirkus yang menderu-deru. Sebuah skandal yang menyeret banyak orang dan banyak masalah. Kasus yang juga menyeret Martha ke dalam sebuah situasi dimana ia disekap dan dituduh mengidap delusi karena tak bisa memisahkan fakta dan fiksi. Padahal sejak awal Martha sesungguhnya benar. Bau amis itu datang dari orang nomor satu di negara adidaya itu yang lantas menyeret banyak orang karena Nixon ingin mencuci tangannya bersih-bersih dan membiarkan semua orang yang membantunya berjatuhan satu demi satu.
Konspirasi dan pengkhianatan adalah sebuah konsep yang mungkin teramat keramat jika berurusan dengan soal politik. Konspirasi membuat banyak orang bersekongkol dan meyakini sebuah tujuan sebagai pembenaran atas apapun yang harus dilakukan. Dan pengkhianatan terjadi ketika korban demi korban mulai berjatuhan dan satu persatu mulai menyelamatkan diri masing-masing.
Foto: Lionsgate
Martha berada di tengah semuanya. Dan, ia marah besar pada suaminya yang mempraktekkan “politik berlumuran darah”. Ia mungkin tak bisa mengontrol mulutnya untuk tak bersuara tapi suara Martha adalah suara kejujuran. Ia tak punya tendensi apapun selain ingin agar suaminya tak terlibat dengan politik sekotor itu.
Baca Juga: CERMIN: Menyaksikan Arab Saudi yang Berubah
Foto: Lionsgate
Bob, Carl dan Martha sudah mencium bau amis dari Gedung Putih. Dan pada akhirnya pendobrakan paling terkenal sepanjang sejarah itu bukan sekedar pendobrakan biasa. Pendobrakan itu diyakini terjadi atas perintah langsung dari orang paling berkuasa di Amerika Serikat.
Dan,Gaslit membawa kita masuk ke dalam sirkus yang menderu-deru. Sebuah skandal yang menyeret banyak orang dan banyak masalah. Kasus yang juga menyeret Martha ke dalam sebuah situasi dimana ia disekap dan dituduh mengidap delusi karena tak bisa memisahkan fakta dan fiksi. Padahal sejak awal Martha sesungguhnya benar. Bau amis itu datang dari orang nomor satu di negara adidaya itu yang lantas menyeret banyak orang karena Nixon ingin mencuci tangannya bersih-bersih dan membiarkan semua orang yang membantunya berjatuhan satu demi satu.
Konspirasi dan pengkhianatan adalah sebuah konsep yang mungkin teramat keramat jika berurusan dengan soal politik. Konspirasi membuat banyak orang bersekongkol dan meyakini sebuah tujuan sebagai pembenaran atas apapun yang harus dilakukan. Dan pengkhianatan terjadi ketika korban demi korban mulai berjatuhan dan satu persatu mulai menyelamatkan diri masing-masing.
Foto: Lionsgate
Martha berada di tengah semuanya. Dan, ia marah besar pada suaminya yang mempraktekkan “politik berlumuran darah”. Ia mungkin tak bisa mengontrol mulutnya untuk tak bersuara tapi suara Martha adalah suara kejujuran. Ia tak punya tendensi apapun selain ingin agar suaminya tak terlibat dengan politik sekotor itu.
Baca Juga: CERMIN: Menyaksikan Arab Saudi yang Berubah
Lihat Juga :