Antidote Fomepizole untuk Gagal Ginjal Akut Tidak Digunakan Terus Menerus, Ini Penjelasan Kemenkes
Selasa, 25 Oktober 2022 - 13:45 WIB
Juru Bicara Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam konferensi pers Update Gagal Ginjal Akut di Indonesia menjelaskan antidote fomepizole tak digunakan terus menerus. Foto/Tangkapan layar zoom
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan antidote (penangkal) Fomepizole untuk gagal ginjal akut tidak akan digunakan dalam waktu yang lama kepada pasien.
Hal itu diungkapkan Juru Bicara Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam konferensi pers Update Gagal Ginjal Akut di Indonesia yang digelar secara online, Selasa (25/10/2022).
"Kasus yang diberikan pada pasien-pasien yang sudah memiliki gejala-gejala gangguan ginjal. Seperti berkurangnya jumlah buang air kecil dan sampai yang gejala berat," kata dr Mohammad Syahril.
Menurutnya, penggunaan antidote Fomepizole sudah terbukti dari pasien-pasien yang dirawat di RSCM. Hasilnya dikatakan cukup efektif, sehingga hal ini juga jadi alasan pemerintah memesan antidote Fomepizole untuk pasien gagal ginjal akut.
Hal itu diungkapkan Juru Bicara Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam konferensi pers Update Gagal Ginjal Akut di Indonesia yang digelar secara online, Selasa (25/10/2022).
"Kasus yang diberikan pada pasien-pasien yang sudah memiliki gejala-gejala gangguan ginjal. Seperti berkurangnya jumlah buang air kecil dan sampai yang gejala berat," kata dr Mohammad Syahril.
Menurutnya, penggunaan antidote Fomepizole sudah terbukti dari pasien-pasien yang dirawat di RSCM. Hasilnya dikatakan cukup efektif, sehingga hal ini juga jadi alasan pemerintah memesan antidote Fomepizole untuk pasien gagal ginjal akut.
Lihat Juga :