Antidote Fomepizole untuk Gagal Ginjal Akut Tidak Digunakan Terus Menerus, Ini Penjelasan Kemenkes
Selasa, 25 Oktober 2022 - 13:45 WIB
Baca Juga: 26 Vial Antidote Obat Gangguan Ginjal Akut Didatangkan dari Singapura dan Australia
Untuk dosisnya, dr Syahril menerangkan hanya diberikan 5 kali penyuntikan untuk setiap pasiennya. Saat ini pasien di RSCM sudah mendapatkan 3-4 kali penyuntikan antidote Fomepizole.
"Jadi dari aturan pemakaiannya memang sebanyak 5x penyuntikan dan di rscm sudah dilakukan 3x dan ada yang 4x hasilnya menunjukkan perbaikan. Kita akan setop untuk penggunaan antidote ini karena tidak gunakan secara terus-menerus," jelas dr Syahril.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan efektivitas antidote Fomepizole, sejauh ini cukup efektif. Menurutnya, fomepizole ampuh menurunkan fatality rate kasus gagal ginjal akut pada anak.
"Bahwa kami beranggapan obat ini efektif dan kami akan mendatangkan obatnya. diharapkan obat ini dapat menurunkan fatality rate-nya. Jadi selain kita cegah penyakitnya tapi juga treatmentnya," jelas Menkes Budi baru-baru ini.
Untuk dosisnya, dr Syahril menerangkan hanya diberikan 5 kali penyuntikan untuk setiap pasiennya. Saat ini pasien di RSCM sudah mendapatkan 3-4 kali penyuntikan antidote Fomepizole.
"Jadi dari aturan pemakaiannya memang sebanyak 5x penyuntikan dan di rscm sudah dilakukan 3x dan ada yang 4x hasilnya menunjukkan perbaikan. Kita akan setop untuk penggunaan antidote ini karena tidak gunakan secara terus-menerus," jelas dr Syahril.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan efektivitas antidote Fomepizole, sejauh ini cukup efektif. Menurutnya, fomepizole ampuh menurunkan fatality rate kasus gagal ginjal akut pada anak.
"Bahwa kami beranggapan obat ini efektif dan kami akan mendatangkan obatnya. diharapkan obat ini dapat menurunkan fatality rate-nya. Jadi selain kita cegah penyakitnya tapi juga treatmentnya," jelas Menkes Budi baru-baru ini.
(hri)
Lihat Juga :