Ketimbang Flu, Stroke Lebih Mungkin Terjadi karena Covid-19
Selasa, 07 Juli 2020 - 03:03 WIB
studi baru menemukan kemungkinan stroke muncul delapan kali lebih tinggi dengan Covid-19. / Foto: ilustrasi/The Conversation
JAKARTA - Flu dan Covid-19 disebut-sebut dapat meningkatkan risiko stroke. Tetapi studi baru menemukan kemungkinan stroke muncul delapan kali lebih tinggi dengan Covid-19. Di antara lebih dari 1.900 pasien dengan Covid-19, 1,6% menderita stroke, dibandingkan 0,2% dari hampir 1.500 pasien yang menderita flu parah.
(Baca juga: Terdaftar sebagai Jamu di BPOM, Kalung Antivirus Corona Bukan Jimat )
"Dokter dan praktisi yang merawat pasien dengan infeksi Covid-19 harus tetap waspada terhadap tanda dan gejala stroke, karena diagnosis yang cepat dapat memungkinkan pengobatan stroke yang efektif," kata peneliti Dr. Neal Parikh, yang merupakan asisten profesor neurologi dan ilmu saraf di Weill Cornell Medical, New York, Amerika Serikat.
"Pada dasarnya, hasil kami mendukung gagasan bahwa infeksi Covid-19 lebih parah daripada infeksi influenza," tambah Parikh sebagaiaman dilansir Web MD.
Untuk penelitian ini, Parikh dan rekannya membandingkan kejadian stroke di antara pasien Covid-19 dan pasien flu di dua rumah sakit New York City. Pasien dengan Covid-19 dinilai 4 Maret hingga 2 Mei, sementara para peneliti menganalisis data flu mulai 1 Januari 2016 hingga 31 Mei 2018.
(Baca juga: Terdaftar sebagai Jamu di BPOM, Kalung Antivirus Corona Bukan Jimat )
"Dokter dan praktisi yang merawat pasien dengan infeksi Covid-19 harus tetap waspada terhadap tanda dan gejala stroke, karena diagnosis yang cepat dapat memungkinkan pengobatan stroke yang efektif," kata peneliti Dr. Neal Parikh, yang merupakan asisten profesor neurologi dan ilmu saraf di Weill Cornell Medical, New York, Amerika Serikat.
"Pada dasarnya, hasil kami mendukung gagasan bahwa infeksi Covid-19 lebih parah daripada infeksi influenza," tambah Parikh sebagaiaman dilansir Web MD.
Untuk penelitian ini, Parikh dan rekannya membandingkan kejadian stroke di antara pasien Covid-19 dan pasien flu di dua rumah sakit New York City. Pasien dengan Covid-19 dinilai 4 Maret hingga 2 Mei, sementara para peneliti menganalisis data flu mulai 1 Januari 2016 hingga 31 Mei 2018.
Lihat Juga :