Fenomena Maraknya Konser Pascapandemi, APMI: Harus Diedukasi Agar Aman dan Nyaman
Kamis, 24 November 2022 - 12:38 WIB
Baca Juga: 7 Konser Musik di Indonesia yang Dibatalkan atau Ditunda pada November 2022
"Demand juga secara market tumbuh. Kenapa? Karena saya case anak-anak yang 2-3 tahun lalu masih berumur 13 tahunan belum boleh keluar oleh orang tuanya. Hari umurnya 16-17 tahun which is mereka ada media atau medium event atau festival untuk bersosialisasi,” tambahnya.
Pasar baru di kalangan remaja ini tentu membutuhkan perhatian, membaca siapa musisi yang mereka idolakan, dan penanganan saat penyelenggaraan.
“Treatment di lapangan pasti agak berbeda. Apalagi dalam konteks secara profesional, kita jaga segala hal. Memang banyak yang harus dieksplorasi dan edukasi saat ini agar market baru dan promotor baru yang start up bisa menjalankan konten secara aman dan nyaman,” paparnya.
Antusias tinggi dari masyarakat bisa jadi pasar yang renyah bagi para promotor. Akan tetapi, mereka harus hati-hati dalam menyelenggarakan konser musik mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.
"Demand juga secara market tumbuh. Kenapa? Karena saya case anak-anak yang 2-3 tahun lalu masih berumur 13 tahunan belum boleh keluar oleh orang tuanya. Hari umurnya 16-17 tahun which is mereka ada media atau medium event atau festival untuk bersosialisasi,” tambahnya.
Pasar baru di kalangan remaja ini tentu membutuhkan perhatian, membaca siapa musisi yang mereka idolakan, dan penanganan saat penyelenggaraan.
“Treatment di lapangan pasti agak berbeda. Apalagi dalam konteks secara profesional, kita jaga segala hal. Memang banyak yang harus dieksplorasi dan edukasi saat ini agar market baru dan promotor baru yang start up bisa menjalankan konten secara aman dan nyaman,” paparnya.
Antusias tinggi dari masyarakat bisa jadi pasar yang renyah bagi para promotor. Akan tetapi, mereka harus hati-hati dalam menyelenggarakan konser musik mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.
Lihat Juga :