Ibu yang Tak Bahagia saat Hamil Berpeluang Melahirkan Bayi Prematur

Selasa, 29 November 2022 - 08:26 WIB
"Makanya nggak heran trimester pertama sekitar 75 persen - 80 persen ibu hamil pasti mual. Nah, yang 20 persen nggak mual atau istilahnya hamil kebo," jelas dr. Dara.

Ketiga hormon itu cukup berpengaruh pada perubahan psikis ibu hamil, sehingga menjadi lebih sedih, menangis, dan mudah marah. Hal itu selaras dengan survei yang dilakukan oleh aplikasi Teman Bumil pada 1.504 ibu hamil. Survei tersebut menunjukan, bahwa 64,6 persen ibu hamil mengaku lebih mellow dan sering sedih. Sementara 38,4 persen responden mengaku jadi lebih stres ketika hamil.

Selain masalah hormonal, ada sejumlah faktor eksternal yang bisa menjadi penyebab ibu tidak bahagia atau stres. Kondisi finansial yang belum stabil sebanyak 44,3 persen dan menempati urutan pertama. Kemudian faktor yang berada di peringkat kedua yaitu masalah kehamilan yang cukup menggangu, dengan total 35,8 persen. Di posisi ketiga ada faktor belum tau dan sulit menyiapkan biaya persalinan sebanyak 23,9 persen.

Masih harus bekerja untuk mengurus pekerjaan rumah tangga sendirian 21,5 persen, dan menjalani kehamilan sambil mengurus anak 20,7 persen. Meski masalah kebanyakan terjadi di trimester pertama, kondisi psikis yang naik turun dapat berlanjut hingga trimester kedua, dan trimester ketiga. Tapi, hal yang paling mengganggu yaitu di trimester kedua, biasanya terkait bentuk fisik.

Baca Juga: Apa Itu Chlamydia yang Bisa Tingkatkan Risiko Kemandulan Wanita? Kenali Gejala dan Cara Pengobatannya!

Sementara untuk di trimester ketiga, dr. Dara mengungkapkan bahwa ibu hamil kerap stres terkait proses persalinan yang akan dilakukannya. Meski hormon berperan besar, kesedihan pada ibu hamil tak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena akan ada dampak secara tidak langsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!