Apa Itu Chlamydia yang Bisa Tingkatkan Risiko Kemandulan Wanita? Kenali Gejala dan Cara Pengobatannya!
Minggu, 27 November 2022 - 08:38 WIB
loading...
Chlamydia atau klamidia adalah infeksi bakteri menular seksual. Penyakit ini bisa memengaruhi baik pria maupun wanita yang melakukan kontak seksual. Foto Ilustrasi/MedlinePlus
A
A
A
JAKARTA - Chlamydia atau klamidia adalah infeksi bakteri menular seksual. Penyakit ini bisa memengaruhi baik pria maupun wanita yang melakukan kontak seksual. Jika tidak segera diobati, chlamydia dapat meningkatkan risiko kemandulan, terutama bagi wanita.
Pada pria, penyakit ini menyerang saluran kencing, sedangkan pada wanita bisa terjadi di organ panggul.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), ada sekitar 1,8 juta kasus chlamydia di Amerika Serikat pada 2018. Ini adalah infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum di sana.
Chlamydia sering tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menyebabkan masalah kesuburan. Meski demikian, pengobatan yang efektif tersedia untuk penyakit ini.
Baca Juga: Coba Segala Cara tapi Belum Hamil? Awas Indikasi Awal Kemandulan
Dilansir dari Medical News Today, Minggu (27/11/2022), kebanyakan orang dengan chlamydia tidak melihat gejala apa pun. Menurut penelitian yang dikutip oleh CDC, hanya sekitar 10% pria dan 5%–30% wanita yang mengalami gejala. Juga tidak jelas berapa lama gejala muncul, tetapi mungkin beberapa minggu.
Gejala Chlamydia pada Wanita
Pada wanita, gejala chlamydia mungkin termasuk:
- Keluarnya cairan dari serviks.
- Mudah berdarah.
- Buang air kecil yang sering atau menyakitkan.
Jika chlamydia menyebar ke rahim dan saluran tuba, dapat menyebabkan penyakit radang panggul (PID). Ini juga mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun, hal itu dapat mempengaruhi kesuburan.
Gejala pada Laki-Laki
Pada laki-laki gejalanya mungkin termasuk nyeri, nyeri tekan, dan bengkak di testis atau uretra, saluran yang membawa urin.
Baca Juga: Apa Itu Sindrom Imposter dan Bagaimana Menghadapinya?
Gejala pada Laki-Laki danWanita
Baik pria maupun wanita dapat mengalami gejala di rektum dan anus. Virus dapat menginfeksi area ini selama seks anal atau dengan menyebar dari organ reproduksi. Gejalanya meliputi:
Pada pria, penyakit ini menyerang saluran kencing, sedangkan pada wanita bisa terjadi di organ panggul.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), ada sekitar 1,8 juta kasus chlamydia di Amerika Serikat pada 2018. Ini adalah infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum di sana.
Chlamydia sering tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menyebabkan masalah kesuburan. Meski demikian, pengobatan yang efektif tersedia untuk penyakit ini.
Baca Juga: Coba Segala Cara tapi Belum Hamil? Awas Indikasi Awal Kemandulan
Dilansir dari Medical News Today, Minggu (27/11/2022), kebanyakan orang dengan chlamydia tidak melihat gejala apa pun. Menurut penelitian yang dikutip oleh CDC, hanya sekitar 10% pria dan 5%–30% wanita yang mengalami gejala. Juga tidak jelas berapa lama gejala muncul, tetapi mungkin beberapa minggu.
Gejala Chlamydia pada Wanita
Pada wanita, gejala chlamydia mungkin termasuk:
- Keluarnya cairan dari serviks.
- Mudah berdarah.
- Buang air kecil yang sering atau menyakitkan.
Jika chlamydia menyebar ke rahim dan saluran tuba, dapat menyebabkan penyakit radang panggul (PID). Ini juga mungkin tidak menimbulkan gejala. Namun, hal itu dapat mempengaruhi kesuburan.
Gejala pada Laki-Laki
Pada laki-laki gejalanya mungkin termasuk nyeri, nyeri tekan, dan bengkak di testis atau uretra, saluran yang membawa urin.
Baca Juga: Apa Itu Sindrom Imposter dan Bagaimana Menghadapinya?
Gejala pada Laki-Laki danWanita
Baik pria maupun wanita dapat mengalami gejala di rektum dan anus. Virus dapat menginfeksi area ini selama seks anal atau dengan menyebar dari organ reproduksi. Gejalanya meliputi:
Lihat Juga :