Slank Rilis Single Baru Ngono Ya Ngono Tapi Ojo Ngono, Ini Maknanya

Minggu, 18 Desember 2022 - 07:26 WIB
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun ke-39, Slank Bakal Tur Konser Smile Indonesia

Termasuk dalam berkebudayaan juga tidak harus tegang. Jika berkebudayaan tetapi tegang dengan menganggap budaya sendiri lebih bagus dengan budaya yang lain, maka menurut Ivan ada yang salah.

Sementara untuk penggunaan bahasa Jawa dan Indonesia juga lebih karena ke toleransi. Meskipun banyak bahasa daerah di Indonesia cukup banyak namun Slank tetap memilih bahasa Jawa karena beberapa alasan.

"Sebenarnya kita ada unsur joke-nya. Lebih unsur lebih kena pake bahasa Jawa. Ngono Yo Ngono, kalau pakai bahasa lain kan jadi lebih serius. Kalau pakai bahasa Jawa kan jadi lebih merasa guyon," terang dia.

Untuk proses penggarapan lagu ini menurut Ivan sebenarnya berlangsung cepat. Awalnya mereka hanya nongkrong di salah satu pantai tetapi bukan Parangtritis. Saat nongkrong itu mereka membuat lagu tersebut dan langsung direkam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!