5 Tempat Healing Paling Populer di Dunia, Nomor Terakhir Air Danaunya Sering Berubah Warna
Senin, 19 Desember 2022 - 23:55 WIB
2. Yakushima Island, Jepang
Yakushima adalah pulau subtropis di lepas pantai selatanKyushudan bagian dariPrefektur Kagoshima. Pulau Yakushima ditutupi oleh hutan aras (cedar) dan berisi beberapa pohon hidup tertua di Jepang. Variasi usia pohonnya berkisar antara 1.000 tahun hingga 7.000 tahun. Sebagian besar turis datang ke pulau itu untuk melakukan pendakian melalui hutan dan melihat pohon aras kuno.
Tempat ini cocok untuk dijadikan lokasi healing karena Yakushima terletak jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota. Selain hutan dengan dedaunan lebat dan pegunungan, terdapat pula air terjun besar serta pantai-pantai yang mengelilingi pulau. Tak heran bila pulau ini menjadi tujuan wisata populer para turis asing. Sebagian besar pengunjung yang ingin keYakushima biasanya melalui perjalanan udara. Dari bandara Yakushima, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menggunakan mobil sewaan yang terdapat di dekat bandara.
3. The Dead Sea, Israel
The Dead Sea adalah danau garam yang terletak di Gurun Yudea, Israel selatan, berbatasan dengan Yordania di Timur. Walaupun dikenal sebagai laut mati, namun The Dead Sea yang berada di Israel cocok untuk dijadikan sebagai tempat healing karena mempunyai khasiat yang menyehatkan. Banyak orang dari berbagai dunia yang berkunjung ke The Dead Sea untuk menikmati khasiat alami dari laut tersebut.
Biasanya, orang yang berkunjung ke sini tidak melewatkan kesempatan untuk mengoleskan lumpur hitam ke kulit. Hal ini dilakukan untuk pengelupasan kulit dan meringankan kondisi kulit, seperti psoriasis. Kekuatan alaminya juga dipercaya dapat menyembuhkan asma, radang sendi, mengeluarkan racun dari tubuh, menenangkan stres, mengurangi peradangan, pembengkakan osteoporosis, dan masalah lainnya.
Tidak hanya itu, ada hal unik lain yang dimiliki tempat ini. Pada 400 meter di bawah permukaan laut, sinar UV yang berbahaya disaring melalui lapisan penguapan di atas Laut Mati, lapisan ozon, dan lapisan atmosfer tambahan. Kondisi ini berarti, orang yang berjemur dapat menyerap efek menguntungkan vitamin D dari sinar matahari, tanpa risiko terbakar sinar matahari dan kerusakan kulit selanjutnya.
Yakushima adalah pulau subtropis di lepas pantai selatanKyushudan bagian dariPrefektur Kagoshima. Pulau Yakushima ditutupi oleh hutan aras (cedar) dan berisi beberapa pohon hidup tertua di Jepang. Variasi usia pohonnya berkisar antara 1.000 tahun hingga 7.000 tahun. Sebagian besar turis datang ke pulau itu untuk melakukan pendakian melalui hutan dan melihat pohon aras kuno.
Tempat ini cocok untuk dijadikan lokasi healing karena Yakushima terletak jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota. Selain hutan dengan dedaunan lebat dan pegunungan, terdapat pula air terjun besar serta pantai-pantai yang mengelilingi pulau. Tak heran bila pulau ini menjadi tujuan wisata populer para turis asing. Sebagian besar pengunjung yang ingin keYakushima biasanya melalui perjalanan udara. Dari bandara Yakushima, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menggunakan mobil sewaan yang terdapat di dekat bandara.
3. The Dead Sea, Israel
The Dead Sea adalah danau garam yang terletak di Gurun Yudea, Israel selatan, berbatasan dengan Yordania di Timur. Walaupun dikenal sebagai laut mati, namun The Dead Sea yang berada di Israel cocok untuk dijadikan sebagai tempat healing karena mempunyai khasiat yang menyehatkan. Banyak orang dari berbagai dunia yang berkunjung ke The Dead Sea untuk menikmati khasiat alami dari laut tersebut.
Biasanya, orang yang berkunjung ke sini tidak melewatkan kesempatan untuk mengoleskan lumpur hitam ke kulit. Hal ini dilakukan untuk pengelupasan kulit dan meringankan kondisi kulit, seperti psoriasis. Kekuatan alaminya juga dipercaya dapat menyembuhkan asma, radang sendi, mengeluarkan racun dari tubuh, menenangkan stres, mengurangi peradangan, pembengkakan osteoporosis, dan masalah lainnya.
Tidak hanya itu, ada hal unik lain yang dimiliki tempat ini. Pada 400 meter di bawah permukaan laut, sinar UV yang berbahaya disaring melalui lapisan penguapan di atas Laut Mati, lapisan ozon, dan lapisan atmosfer tambahan. Kondisi ini berarti, orang yang berjemur dapat menyerap efek menguntungkan vitamin D dari sinar matahari, tanpa risiko terbakar sinar matahari dan kerusakan kulit selanjutnya.
Lihat Juga :