Kisah Rika, Peternak Burung Kicau yang Sukses Raup Banyak Cuan dari Penangkaran Murai Batu
Selasa, 31 Januari 2023 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Apabila salah menjodohkan burung yang tidak cocok, Rika akan kehilangan salah satu burung. Ya, ketidakcocokan burung membuat mereka bertengkar dan bahkan dihajar sampai mati.
Baca Juga: Menelusuri Asal-Usul Burung, Berevolusi Lambat Sejak Zaman Jurassic
Tantangan
Tak mungkin sebuah usaha berjalan mulus semulus-mulusnya. Pasti ada masalah muncul di tengah perjalanan.
Begitu pula yang dialami oleh Rika. Bagi Rika, ada banyak risiko dalam merawat burung-burung murai batu, antara lain stres, penyakit tetelo, serta gangguan dari luar.
Gangguan dari luar ini semacam kerasnya suara petir yang dapat membuat burung stres dan lain sebagainya. Tapi Rika mengaku, masalah yang kerap dia dapati berkaitan dengan burung-burung mengalami tetelo.
Melihat dari beberapa sumber, penyakit tetelo pada murai batu biasakan bakal membuat mereka berkelakuan aneh seperti berputar-putar, gemetar, sulit bernapas, baruk, dan turunnya nafsu makan. Penyakit ini banyak menyerang industri peternakan, khususnya unggas.
Rika menjelasakn, sumber penyakit ini adalah virus dan faktornya bermacam-macam. Maka itu, guna menghindari penyakit tersebut, Rika begitu menaruh perhatian pada makanan sampai kadang.
Apa pun kesulitan yang datang, Rika tetap menanganinya dengan sabar dan telaten. Pada akhirnya, semua itu bakal berbuah manis.
Ya, bayangkan saja, satu ekor burung murai batu bisa dihargai Rp2 juta sampai Rp3 jutaan. Jadi begitulah, dari tahun 2016 Rika bisa tetap mempertahankan kesuksesannya sampai sekarang.
Baca Juga: Menelusuri Asal-Usul Burung, Berevolusi Lambat Sejak Zaman Jurassic
Tantangan
Tak mungkin sebuah usaha berjalan mulus semulus-mulusnya. Pasti ada masalah muncul di tengah perjalanan.
Begitu pula yang dialami oleh Rika. Bagi Rika, ada banyak risiko dalam merawat burung-burung murai batu, antara lain stres, penyakit tetelo, serta gangguan dari luar.
Gangguan dari luar ini semacam kerasnya suara petir yang dapat membuat burung stres dan lain sebagainya. Tapi Rika mengaku, masalah yang kerap dia dapati berkaitan dengan burung-burung mengalami tetelo.
Melihat dari beberapa sumber, penyakit tetelo pada murai batu biasakan bakal membuat mereka berkelakuan aneh seperti berputar-putar, gemetar, sulit bernapas, baruk, dan turunnya nafsu makan. Penyakit ini banyak menyerang industri peternakan, khususnya unggas.
Rika menjelasakn, sumber penyakit ini adalah virus dan faktornya bermacam-macam. Maka itu, guna menghindari penyakit tersebut, Rika begitu menaruh perhatian pada makanan sampai kadang.
Apa pun kesulitan yang datang, Rika tetap menanganinya dengan sabar dan telaten. Pada akhirnya, semua itu bakal berbuah manis.
Ya, bayangkan saja, satu ekor burung murai batu bisa dihargai Rp2 juta sampai Rp3 jutaan. Jadi begitulah, dari tahun 2016 Rika bisa tetap mempertahankan kesuksesannya sampai sekarang.
(tsa)
Lihat Juga :