Virus Corona Dapat Menyebabkan Stroke Mendadak pada Usia Muda
Selasa, 28 April 2020 - 19:31 WIB
loading...
Waspada! Infeksi virus corona menyebabkan stroke mendadak pada orang dewasa berusia 30-an atau 40-an, yang tidak dinyatakan sakit parah. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Stroke merupakan kerusakan otak karena pasokan darah yang buruk atau kurang. Menurut laporan, COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona bisa mengakibatkan stroke mendadak pada usia muda.
Infeksi virus corona menyebabkan stroke mendadak pada orang dewasa berusia 30-an atau 40-an, yang tidak dinyatakan sakit parah.
Sebelumnya, berbagai penelitian telah mengkonfirmasi bahwa infeksi virus corona memengaruhi dan menyerang lebih dari sekadar paru-paru. Menyerang selaput pembuluh darah, virus corona dilaporkan dapat mempengaruhi organ apa pun dalam tubuh, termasuk di antaranya jantung, ginjal dan hati.
Gumpalan darah juga sangat umum karena virus corona, yang merupakan penyebab utama stroke. Pasien di bawah usia 50 tahun dengan gejala COVID-19 ringan atau tidak mengalami pembekuan di arteri besar, berisiko mengalami stroke parah.
Menurut beberapa dokter, peningkatan tujuh kali lipat telah terlihat dalam jumlah stroke mendadak yang dilaporkan dalam dua minggu terakhir. Pasien-pasien ini tidak memiliki riwayat gumpalan atau masalah jantung medis dan memiliki gejala ringan karena COVID-19.
Infeksi virus corona menyebabkan stroke mendadak pada orang dewasa berusia 30-an atau 40-an, yang tidak dinyatakan sakit parah.
Sebelumnya, berbagai penelitian telah mengkonfirmasi bahwa infeksi virus corona memengaruhi dan menyerang lebih dari sekadar paru-paru. Menyerang selaput pembuluh darah, virus corona dilaporkan dapat mempengaruhi organ apa pun dalam tubuh, termasuk di antaranya jantung, ginjal dan hati.
Gumpalan darah juga sangat umum karena virus corona, yang merupakan penyebab utama stroke. Pasien di bawah usia 50 tahun dengan gejala COVID-19 ringan atau tidak mengalami pembekuan di arteri besar, berisiko mengalami stroke parah.
Menurut beberapa dokter, peningkatan tujuh kali lipat telah terlihat dalam jumlah stroke mendadak yang dilaporkan dalam dua minggu terakhir. Pasien-pasien ini tidak memiliki riwayat gumpalan atau masalah jantung medis dan memiliki gejala ringan karena COVID-19.
Lihat Juga :