Bukan Penyakit, Apakah Transgender Bisa Disembuhkan?
Kamis, 16 Februari 2023 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, terapi psikiatri diperlukan jika seseorang mengalami gangguan jiwa, termasuk saat seorang transgender mengalami gangguan jiwa.
Lebih lanjut, dr. Alvina mengatakan bahwa kaum transgender berharap bisa merasa lebih baik, lebih tenang, dan lebih damai, karena telah menjadi dirinya sendiri.
Di sisi lain, saat mencoba terbuka, mereka akan mengalami penolakan, bahkan hinaan yang dapat berdampak pada mentalnya. Dokter Alvina pun menyarankan agar masyarakat membantu mengarahkan transgender untuk mengunjungi tenaga profesional jika mengalami kebingungan tentang kondisi dirinya.
Sebelumnya, sejak Mei 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengumumkan bahwa transgender bukan lagi termasuk gangguan mental.
Bahkan, seperti dilansir laman MSNBC, Asosiasi Psikiatri Amerika mendiagnosis orang transgender dengan 'gender dysphoria', yang berarti tekanan emosional terkait identitas gender.
Sementara itu, pendapat berbeda disampaikan Neuro Psikolog Universitas Al-Azhar Indonesia, Ihshan Gumilar. Dia dengan tegas menyebutkan jika lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) adalah penyakit mental.
Lebih lanjut, dr. Alvina mengatakan bahwa kaum transgender berharap bisa merasa lebih baik, lebih tenang, dan lebih damai, karena telah menjadi dirinya sendiri.
Di sisi lain, saat mencoba terbuka, mereka akan mengalami penolakan, bahkan hinaan yang dapat berdampak pada mentalnya. Dokter Alvina pun menyarankan agar masyarakat membantu mengarahkan transgender untuk mengunjungi tenaga profesional jika mengalami kebingungan tentang kondisi dirinya.
Sebelumnya, sejak Mei 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengumumkan bahwa transgender bukan lagi termasuk gangguan mental.
Bahkan, seperti dilansir laman MSNBC, Asosiasi Psikiatri Amerika mendiagnosis orang transgender dengan 'gender dysphoria', yang berarti tekanan emosional terkait identitas gender.
Sementara itu, pendapat berbeda disampaikan Neuro Psikolog Universitas Al-Azhar Indonesia, Ihshan Gumilar. Dia dengan tegas menyebutkan jika lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) adalah penyakit mental.
Lihat Juga :