Bukan Penyakit, Apakah Transgender Bisa Disembuhkan?

Kamis, 16 Februari 2023 - 13:57 WIB
loading...
Bukan Penyakit, Apakah...
Kebanyakan transgender yang memutuskan untuk mengubah jenis kelaminnya merasa bahwa dirinya terjerat di tubuh yang salah. / Foto: ilustrasi/Freepik
A A A
JAKARTA - Masalah transgender terus menjadi pembicaraan yang tidak ada habisnya. Lantas apakah seseorang yang mengubah jenis kelaminnya memiliki masalah gangguan kejiwaan atau penyakit mental?

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Alvina, Sp.KJ, mengutarakan bahwa transgender bukan sebuah penyakit. Jadi, menurutnya, tidak ada upaya menyembuhkannya secara medis.

Kebanyakan orang-orang yang memutuskan untuk mengubah jenis kelaminnya merasa bahwa dirinya terjerat di tubuh yang salah. Umumnya dia tidak merasa nyaman dengan jenis kelaminnya ketika lahir.

Baca juga: Mengapa Transgender Dilarang di Rusia? Ternyata Ini Alasannya

Dalam mengubah jenis kelamin dan penampilan, kata dr. Alvina, mereka butuh waktu, tenaga, dan biaya. Selain itu, dia juga harus memikirkan faktor lingkungan sekitarnya.

"Transgender sendiri termasuk identitas gender sehingga bukan sesuatu gangguan jiwa yang membutuhkan terapi," ujar dr. Alvina, seperti dilansir laman Primaya Hospital.

Menurutnya, terapi psikiatri diperlukan jika seseorang mengalami gangguan jiwa, termasuk saat seorang transgender mengalami gangguan jiwa.

Lebih lanjut, dr. Alvina mengatakan bahwa kaum transgender berharap bisa merasa lebih baik, lebih tenang, dan lebih damai, karena telah menjadi dirinya sendiri.

Di sisi lain, saat mencoba terbuka, mereka akan mengalami penolakan, bahkan hinaan yang dapat berdampak pada mentalnya. Dokter Alvina pun menyarankan agar masyarakat membantu mengarahkan transgender untuk mengunjungi tenaga profesional jika mengalami kebingungan tentang kondisi dirinya.

Sebelumnya, sejak Mei 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengumumkan bahwa transgender bukan lagi termasuk gangguan mental.

Bahkan, seperti dilansir laman MSNBC, Asosiasi Psikiatri Amerika mendiagnosis orang transgender dengan 'gender dysphoria', yang berarti tekanan emosional terkait identitas gender.

Sementara itu, pendapat berbeda disampaikan Neuro Psikolog Universitas Al-Azhar Indonesia, Ihshan Gumilar. Dia dengan tegas menyebutkan jika lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) adalah penyakit mental.

"LGBT adalah penyakit mental dan bukan disebabkan oleh faktor biologis atau bawaan lahir," kata dia, menukil dari laman Psikologi UMA.

Senada dengan Ihshan, dai kondang Ustaz Abdul Somad juga menegaskan bahwa LGBT merupakan penyakit yang harus disembuhkan.

"Iya, itu penyakit. Saya tidak menyatakan itu pemberian dari Tuhan. Dia (LGBT) bisa diubah," tegas penceramah asal Pekanbaru, Riau ini, saat menjawab pertanyaan jamaah,seperti dikutip dari kanal YouTube UAS.

Dia pun menjelaskan bahwa dalam mengubah pelaku LGBT harus sesuai dengan ajaran yang diyakininya. Umat Islam pun diserukan untuk tidak membunuhnya.

Baca juga: 6 Artis Indonesia yang Merupakan Transgender, Nomor Terakhir Masih Malu-Malu Mengakui

Sesuai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, untuk menangani pelaku LGBT adalah dengan langkah preventif, yakni mengasingkannya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HighEnd Magazine Dorong...
HighEnd Magazine Dorong Perempuan Modern Peduli Mental Wellness Lewat HighTea Eksklusif
Tips Mengatasi Doomscrolling,...
Tips Mengatasi Doomscrolling, Kebiasaan Scroll Berita Buruk yang Rusak Kesehatan Mental
Anak Tantrum karena...
Anak Tantrum karena Sosmed Dibatasi? Ini Tips Mengatasinya
Waduh! Lebih dari 700...
Waduh! Lebih dari 700 Ribu Anak Indonesia Terdeteksi Cemas dan Depresi
Sentuhan Kemanusiaan...
Sentuhan Kemanusiaan di Wilayah Bencana: Fokus pada Kesehatan Mental dan Kebangkitan Usaha Perempuan
Waduh, Menkes Sebut...
Waduh, Menkes Sebut 28 Juta Penduduk Indonesia Alami Masalah Kejiwaan
Wujudkan Ruang Aman...
Wujudkan Ruang Aman bagi Anak, Ibu-Ibu di Bajawa Dibekali Edukasi Pengasuhan dan Kesehatan
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Rekomendasi
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Berita Terkini
Rahasia Bebas Bergerak:...
Rahasia Bebas Bergerak: Mengapa Kesehatan Sendi Kunci Utama Gaya Hidup Aktif
Badan Bau Amis Meski...
Badan Bau Amis Meski Sudah Mandi? Bisa Jadi Tanda Penyakit Langka Trimethylaminuria
Dari Video Rumahan ke...
Dari Video Rumahan ke 15 Juta Juta Subscribes, Ini Rahasia Aletha Abew Bikin Penonton Betah
Maraton Microdrama Makin...
Maraton Microdrama Makin Seru di V+Short, Simak Rekomendasinya!
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Haji Bolot Sempat Tolak...
Haji Bolot Sempat Tolak Pakai Kursi Roda Meski Alami Sesak Napas Hebat
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved