Program Conscious Living Jakarta Ajak Warga Pilah dan Tukarkan Sampah Kemasan Plastik
Selasa, 28 Februari 2023 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam konteks Hari Peduli Sampah Nasional 2023 tahun ini, ada hal yang baru, yaitu Zero Waste Zero Emission. Kami sedang menyiapkan beberapa kebijakan Zero Waste to Landfill, sehingga tidak ada TPA baru yang dibuka. Jadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sangat mengapresiasi program Conscious Living Jakarta. Melalui program ini, diharapkan masyarakat khususnya yang berada di Kota Jakarta semakin peduli pada masalah sampah kemasan plastik dan bisa mewujudkan program pemerintah tersebut," bebernya saat kick off Conscious Living di Jakarta, Senin (27/2/2023).
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengungkapkan, kesadaran untuk menanggulangi persoalan sampah dari hal-hal mendasar harus ditumbuhkan secara terus-menerus, konsisten, konsekuen, dan masif.
"Kesadaran ini yang dapat melahirkan perilaku baru kita terhadap sampah. Pemerintah Kota Jakarta tentunya sangat mendukung program Conscious Living Jakarta. Program ini sangat sejalan dengan program yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kota Jakarta, yaitu Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama). Gerakan ini merupakan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi masalah sampah. Yaitu dengan mengurangi dan mengolah sampah melalui RW-RW percontohan di DKI Jakarta," paparnya di kesempatan yang sama.
Program Conscious Living telah berjalan sejak tahun lalu dengan diawali dari Kota Bandung. Pada program tahun lalu, sebanyak 65 ton sampah kemasan plastik berhasil terkumpul. Melalui Conscious Living Jakarta, Super Indo dan P&G Indonesia menargetkan akan mengumpulkan dan mendaur ulang 10 kali lipat sampah kemasan plastik, termasuk memperdayakan lebih banyak pemulung di Jakarta.
Adapun sampah kemasan plastik yang dapat dikumpulkan mencakup beberapa jenis kemasan plastik produk Super Indo 365 dan ratusan produk P&G Indonesia.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengungkapkan, kesadaran untuk menanggulangi persoalan sampah dari hal-hal mendasar harus ditumbuhkan secara terus-menerus, konsisten, konsekuen, dan masif.
"Kesadaran ini yang dapat melahirkan perilaku baru kita terhadap sampah. Pemerintah Kota Jakarta tentunya sangat mendukung program Conscious Living Jakarta. Program ini sangat sejalan dengan program yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kota Jakarta, yaitu Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama). Gerakan ini merupakan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi masalah sampah. Yaitu dengan mengurangi dan mengolah sampah melalui RW-RW percontohan di DKI Jakarta," paparnya di kesempatan yang sama.
Program Conscious Living telah berjalan sejak tahun lalu dengan diawali dari Kota Bandung. Pada program tahun lalu, sebanyak 65 ton sampah kemasan plastik berhasil terkumpul. Melalui Conscious Living Jakarta, Super Indo dan P&G Indonesia menargetkan akan mengumpulkan dan mendaur ulang 10 kali lipat sampah kemasan plastik, termasuk memperdayakan lebih banyak pemulung di Jakarta.
Adapun sampah kemasan plastik yang dapat dikumpulkan mencakup beberapa jenis kemasan plastik produk Super Indo 365 dan ratusan produk P&G Indonesia.
Lihat Juga :