Leptospirosis Banyak Ditemukan di Sejumlah Daerah, Kemenkes: Jateng Tembus 111 Kasus
Rabu, 01 Maret 2023 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2022, hanya ada 4 kasus kematian akibat akibat leptospirosis. Sehingga selama kurun bulan Januari hingga pertengahan bulan Februari ini sudah ada 37 kasus Leptospirosis. Ia mencatat, di Januari ada 29 kasus dan Februari sampai tanggal 20 kemarin ada 8 kasus Leptospirosis.
"Paling banyak temuan di Kapanewon Kasihan dengan jumlah 10 kasus, Kapanewon Pandak 6 kasus. Kemudian Kapanewon Bambanglipuro dan Bantul masing-masing 4 kasus, Sewon 3 kasus dan kapanewon lain rata-rata satu kasus," kata dia.
Sebagai informasi, penyakit leptospirosis kerap dialami saat musim penghujan, disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi.
Beberapa hewan bisa menjadi perantara penyebaran leptospirosis seperti tikus, sapi, anjing, dan babi. Sementara untuk gejala leptospirosis seperti demam, sakit kepala, menggigil, muntah, sakit kuning, anemia dan terkadang ruam.
"Paling banyak temuan di Kapanewon Kasihan dengan jumlah 10 kasus, Kapanewon Pandak 6 kasus. Kemudian Kapanewon Bambanglipuro dan Bantul masing-masing 4 kasus, Sewon 3 kasus dan kapanewon lain rata-rata satu kasus," kata dia.
Sebagai informasi, penyakit leptospirosis kerap dialami saat musim penghujan, disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi.
Beberapa hewan bisa menjadi perantara penyebaran leptospirosis seperti tikus, sapi, anjing, dan babi. Sementara untuk gejala leptospirosis seperti demam, sakit kepala, menggigil, muntah, sakit kuning, anemia dan terkadang ruam.
(hri)
Lihat Juga :