Leptospirosis Banyak Ditemukan di Sejumlah Daerah, Kemenkes: Jateng Tembus 111 Kasus
Rabu, 01 Maret 2023 - 12:45 WIB
loading...
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap kasus leptospirosis yang disebabkan kencing tikus, belakangan ini banyak ditemukan di sejumlah daerah. Foto/Ilustrasi/Medicine Net
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap kasus leptospirosis yang disebabkan kencing tikus, belakangan ini banyak ditemukan di sejumlah daerah.
Bahkan, berdasarkan data terbaru daerah dengan jumlah kasus leptospirosis tertinggi adalah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sebanyak 111 kasus, sedangkan DKI Jakarta masih belum ada laporan.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan kasus leptospirosis di Jateng mengakibatkan 18 orang meninggal dunia.
"Jawa Tengah ada 111 kasus dan 18 meninggal, Jawa Barat 9 kasus dan meninggal 2, DIY ada 86 kasus dan 12 kematian, serta Sulsel kasus 4 kematian 0," ungkap dr Nadia kepada MNC Portal, Rabu (1/3/2023).
Baca Juga: Mengenal Leptospirosis, Gejala dan Dampaknya Bagi Kesehatan
"DKI belum ada sampai saat ini, karena ini berdasarkan laporan dari Provinsi saja," tambahnya.
Sebelumnya, kasus leptospirosis baru ini menjadi sorotan karena ditemukan 6 kasus kematian di Bantul. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul Abednego Dani Nugroho mengatakan, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding dengan tahun lalu.
Bahkan, berdasarkan data terbaru daerah dengan jumlah kasus leptospirosis tertinggi adalah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sebanyak 111 kasus, sedangkan DKI Jakarta masih belum ada laporan.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan kasus leptospirosis di Jateng mengakibatkan 18 orang meninggal dunia.
"Jawa Tengah ada 111 kasus dan 18 meninggal, Jawa Barat 9 kasus dan meninggal 2, DIY ada 86 kasus dan 12 kematian, serta Sulsel kasus 4 kematian 0," ungkap dr Nadia kepada MNC Portal, Rabu (1/3/2023).
Baca Juga: Mengenal Leptospirosis, Gejala dan Dampaknya Bagi Kesehatan
"DKI belum ada sampai saat ini, karena ini berdasarkan laporan dari Provinsi saja," tambahnya.
Sebelumnya, kasus leptospirosis baru ini menjadi sorotan karena ditemukan 6 kasus kematian di Bantul. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul Abednego Dani Nugroho mengatakan, jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding dengan tahun lalu.
Lihat Juga :