5 Artis Korea yang Dituduh Penggelapan Pajak, Nomor 4 Didenda Rp11 Miliar
Sabtu, 04 Maret 2023 - 07:14 WIB
loading...
A
A
A
Layanan Pajak Nasional melakukan penyelidikan pada Kim Tae Hee dan mantan agensinya, Lua Entertainment pada 2021. Lua Entertainment didirikan oleh kakak perempuan Kim Tae Hee pada 2009. Sementara itu, istri Rain ini berada di bawah naungan agensi tersebut hingga 2019.
Setelah laporan itu dirilis, agensi Kim Tae Hee saat ini,Story J Company, merilis pernyataan yang menyangkal bahwa sang artis telah menggelapkan pajak. Menurut agensi itu, Kim Tae hee selalu membayar pajak setiap tahun sesuai dengan aturan.
“Situasi yang dimaksud adalah karena keterlambatan biaya model iklan yang harus dibayar oleh klien sekitar waktu kontrak Kim Tae Hee dengan mantan agensinya (Lua Entertainment) berakhir. Biaya itu disetorkan ke mantan agensinya. Setelah berakhirnya kontraknya dengan agensi, biaya tersebut kemudian disetorkan ke akun pribadi Kim Tae Hee,” jelas Story J Company.
Baca Juga: 5 Artis Korea yang Tolak Bintangi Drama Bareng Song Hye Kyo, Nomor 3 Demi Song Joong Ki
![5 Artis Korea yang Dituduh Penggelapan Pajak, Nomor 4 Didenda Rp11 Miliar]()
Foto/Soompi
Layanan Pajak Nasional melakukan audit pajak terhadap Lee Byung Hun dan agensinya, BH Entertainment pada September tahun lalu. Mereka dilaporkan didenda ratusan juta won atau setara dengan miliaran rupiah dalam bentuk pajak tambahan.
Lee Byung Hun juga disebut membeli bangunan 10 lantai di lingkungan Yangpyeong di Seoul. Dia menjual gedung tersebut pada 2021, dan menghasilkan keuntungan sekitar 10 miliar KRW atau Rp117 miliar. Namun, tuduhan penggelapan pajak dengan cepat dibantah oleh BH Entertainment.
“Biaya tambahan yang dikumpulkan adalah karena perbedaan waktu setoran untuk jaminan iklan dan dalam proses normalisasi akuntansi untuk bonus yang dibayarkan kepada semua karyawan dengan pengeluaran pribadi aktor sendiri yang diproses sebagai pengeluaran perusahaan,” ujar BH Entertainment.
![5 Artis Korea yang Dituduh Penggelapan Pajak, Nomor 4 Didenda Rp11 Miliar]()
Foto/Soompi
Kwon Sang Woo telah membayar denda 1 miliar KRW atau Rp11 miliar kepada layanan pajak. Dilaporkan bahwa Kwon Sang Woo dan agensinya Su Company baru-baru ini menjalani audit oleh Layanan Pajak Nasional. Dia diduga menghindari pajak dengan membeli lima mobil mewah melalui perusahaan yang dia dirikan.
Setelah laporan itu dirilis, agensi Kim Tae Hee saat ini,Story J Company, merilis pernyataan yang menyangkal bahwa sang artis telah menggelapkan pajak. Menurut agensi itu, Kim Tae hee selalu membayar pajak setiap tahun sesuai dengan aturan.
“Situasi yang dimaksud adalah karena keterlambatan biaya model iklan yang harus dibayar oleh klien sekitar waktu kontrak Kim Tae Hee dengan mantan agensinya (Lua Entertainment) berakhir. Biaya itu disetorkan ke mantan agensinya. Setelah berakhirnya kontraknya dengan agensi, biaya tersebut kemudian disetorkan ke akun pribadi Kim Tae Hee,” jelas Story J Company.
Baca Juga: 5 Artis Korea yang Tolak Bintangi Drama Bareng Song Hye Kyo, Nomor 3 Demi Song Joong Ki
3. Lee Byung Hun

Foto/Soompi
Layanan Pajak Nasional melakukan audit pajak terhadap Lee Byung Hun dan agensinya, BH Entertainment pada September tahun lalu. Mereka dilaporkan didenda ratusan juta won atau setara dengan miliaran rupiah dalam bentuk pajak tambahan.
Lee Byung Hun juga disebut membeli bangunan 10 lantai di lingkungan Yangpyeong di Seoul. Dia menjual gedung tersebut pada 2021, dan menghasilkan keuntungan sekitar 10 miliar KRW atau Rp117 miliar. Namun, tuduhan penggelapan pajak dengan cepat dibantah oleh BH Entertainment.
“Biaya tambahan yang dikumpulkan adalah karena perbedaan waktu setoran untuk jaminan iklan dan dalam proses normalisasi akuntansi untuk bonus yang dibayarkan kepada semua karyawan dengan pengeluaran pribadi aktor sendiri yang diproses sebagai pengeluaran perusahaan,” ujar BH Entertainment.
4. Kwon Sang Woo

Foto/Soompi
Kwon Sang Woo telah membayar denda 1 miliar KRW atau Rp11 miliar kepada layanan pajak. Dilaporkan bahwa Kwon Sang Woo dan agensinya Su Company baru-baru ini menjalani audit oleh Layanan Pajak Nasional. Dia diduga menghindari pajak dengan membeli lima mobil mewah melalui perusahaan yang dia dirikan.
Lihat Juga :