Usung Tema Matrajiva, Pagelaran Seni Kontemporer Artina Hadirkan Karya 22 Seniman Tanah Air
Sabtu, 04 Maret 2023 - 17:23 WIB
loading...
A
A
A
Heri Pemad menjelaskan pameran ini penuh muatan edukasi karena belajar lewat seni yang dihadirkan 20 seniman terlebih pengunjung semakin senang dengan konten yang ada didalam pameran kita bicara apapun disana dengan tren atau yang dialami generasi sekarang
“Saat ini mulai sangat kelihatan pameran berjubel setiap hari libur pengunjung berjubel disini juga tiap Sabtu minggu kunjungan padat sepadan anak muda dan keluarga. Lalu kenapa ini bayar karena dengan bayar belajar edukasi dan bisa menghargai karya seniman kita,” ucapnya.
Adapun untuk Artina edisi kedua menggandeng dua Kurator, Agung Hujatnika dan Bob Edrian dalam penyelenggaraannya.Kedua tokoh melakukan kurasi berbagai aspek dengan cermat untuk menampilkan bagaimana spiritualitas dan religiusitas menyatu dengan nilai-nilai moral, dalam kebudayaan dan kesenian di Indonesia.
"Kami berupaya menampilkan ekspresi ‘spiritualitas Nusantara’ yang ekspansif dan multifaset. Perluasan mutakhir spiritualitas ini merepresentasikan adanya wilayah-wilayah irisan maupun persilangan antara agama, sains, humanisme, filsafat, aliran, kepercayaan, teknologi dan kesenian tradisional Nusantara," jelas Agung Hujatnika.
“Saat ini mulai sangat kelihatan pameran berjubel setiap hari libur pengunjung berjubel disini juga tiap Sabtu minggu kunjungan padat sepadan anak muda dan keluarga. Lalu kenapa ini bayar karena dengan bayar belajar edukasi dan bisa menghargai karya seniman kita,” ucapnya.
Adapun untuk Artina edisi kedua menggandeng dua Kurator, Agung Hujatnika dan Bob Edrian dalam penyelenggaraannya.Kedua tokoh melakukan kurasi berbagai aspek dengan cermat untuk menampilkan bagaimana spiritualitas dan religiusitas menyatu dengan nilai-nilai moral, dalam kebudayaan dan kesenian di Indonesia.
"Kami berupaya menampilkan ekspresi ‘spiritualitas Nusantara’ yang ekspansif dan multifaset. Perluasan mutakhir spiritualitas ini merepresentasikan adanya wilayah-wilayah irisan maupun persilangan antara agama, sains, humanisme, filsafat, aliran, kepercayaan, teknologi dan kesenian tradisional Nusantara," jelas Agung Hujatnika.
(hri)
Lihat Juga :