Bunga Edelweis Rawa di Ranca Upas Rusak Parah Dilindas Komunitas Motor Trail, Netizen Kesal

Rabu, 08 Maret 2023 - 11:38 WIB
loading...
Bunga Edelweis Rawa...
Komunitas motor trail merusak bunga edelweis rawa saat melakukan kegiatan offroad di Ranca Upas, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Foto/Twitter @MrBekalicky89
A A A
BANDUNG - Komunitas motor trail merusak bunga edelweis rawa saat melakukan kegiatan offroad di Ranca Upas, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat. Ratusan motor dalam komunitas tersebut melintasi area habitat edelweis rawa di Ranca Upas.

Informasi ini disampaikan oleh akun Twitter @MrBekalicky89. Dijelaskan di sana kalau acara komunitas motor trail tersebut diselenggarakan pada 5 Maret 2023. Menurut salah satu panitia acara, diperkirakan peserta offroad ada 2.500 orang.

Beberapa video ikut ditampilkan dalam thread viral ini. Di sana terlihat peserta berlumur lumpur, melintasi area tempat tumbuh suburnya bunga edelweis rawa yang dikatakan sudah kian langka di muka bumi.

Si penyebar informasi menerangkan bahwa acara offroad yang merusak bunga edelweis rawa itu mengklaim, acara disponsori oleh Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani).

Baca Juga: 7 Alasan Bunga Edelweis Tidak Boleh Dipetik Saat Mendaki Gunung

"Daftar panitia trabas KLX dan Trail Celeng Ranca Upas, Ciwidey, Bandung, disponsori Perum Perhutani, guys. Kepada yang terhormat Presiden Joko Widodo, hutan Indonesia hanya butuh Lembaga Konservasi Alam. Bubarkan Perhutani, ASN/PNS balikin ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. BUMN stop jual beli rusak hutan Indonesia," terang akun @MrBekalicky89, dikutip Rabu (8/3/2023).

Pemerhati Hutan Kesal

Di sisi lain, dilampirkan pula video kekesalan seorang pria yang diketahui bernama Mang Uprit. Dia mengkritik keras aksi offroad yang merusak hutan seperti yang dilakukan dalam acara tersebut.

"Paham nggak? Lihat nih, hancur! Tuh lihat nih, kalau nggak percaya nih, apa ini (sambil membanting bunga edelweis rawa yang sudah mati). Lihat! Lihat nih! Tumbuh lagi nggak? Susah! Menghijaukan lokasi ini juga kapan hijau lagi? Lama!" papar pria berkemeja hitam tersebut.

Kekesalan itu begitu nyata. Apa yang diperlihatkan dalam video adalah suatu keniscayaan bahwa bunga edelweis rawa di Ranca Upas telah rusak. Dan benar yang dikatakan pria itu, untuk tumbuh lagi butuh waktu lama.

Pernyataan Maaf Panitia Penyelenggara

Sadar bahwa aksi touring dan offroad komunitasnya merusak hutan di Ranca Upas, pihak panitia pun angkat suara. Mereka meminta maaf.

Baca Juga: Dikecam Netizen, Aurel Hermansyah Bagikan Informasi soal Budidaya Edelweis untuk Dijual

"Saya mewakili seluruh panitia event Ranca Upas 5 Maret 2023, meminta maaf atas kejadian yang telah terjadi dan kelalaian panitia sehingga merugikan semua pihak, termasuk para sponsor PMK, Ekzos, dan penyedia tempat Ranca Upas," kata panitia acara yang berjumlah 3 orang dalam video permintaan maaf mereka.

"Saya sangat menyesali kejadian ini. Dan sekali lagi, mohon maaf untuk semua pihak yang telah dirugikan terutama para peserta event Ranca Upas 5 Maret 2023," sambung mereka.

Peserta event pun memberikan klarifikasi di video terpisah. Mereka menegaskan bahwa event yang diikuti adalah resmi, sehingga tidak bisa menyalahkan peserta begitu saja.

"Maaf, ya, ini acara event mau klarifikasi saja sedikit biar nggak salah paham, soalnya sebagian yang nggak ngerti suka komen yang aneh-aneh. Kami para offroader itu semua resmi nggak ada yang ilegal, ya. Dan itu acara resmi, diadakan sama panitia dan kami juga bayar pendaftaran. Jadi, jangan sampai ada yang bilang ngerusak alam, lahan perkebunan, hutan, sawah, dan lain-lain," ungkap salah seorang peserta offroad Ranca Upas 5 Maret 2023.

"Kami para offroader tinggal ngegas di jalur yang sudah disediakan sama panitia acara," lanjutnya.

Netizen Kesal Bunga Edelweis Rawa Rusak Parah

Gara-gara acara ini, bunga edelweis rawa yang sebelumnya tumbuh subur di habitatnya, rusak tidak karuan. Tak ada yang bisa jamin juga bahwa lokasi habitat akan subur kembali.

Karena itu, banyak netizen murka dan mengecam keras para pihak yang terlibat dalam kegiatan Ranca Upas 5 Maret 2023.

"Sampah masyarakat," komentar @rio_son_of*****.

"Saya sakit hati melihat ini, asli," timpal @sundastru****.

"Aku pengendara motor trail juga, tapi bukan masuk komunitas, karena sadar banget komunitas motor trail itu sampah betul. Kerjaannya ngetrail berkelompok ngerusak mata air di pegunungan, ngerusak kebun orang. Idih najis betul sama yang begitu pada," beber @kebonhejo******.

"Dampak kerusakannya cukup masif. (Apa yang dilakukan) hanya ajang pemuasan ego sekelompok 'dickhead'. Risiko bencana hydrology ketika musim hujan di depan mata," kata @890_il***.

"Sudah merusak, ketahuan, cuma minta maaf ala kadarnya, tapi sama sekali gak diberi sanksi atau pelajaran. Bisa dipastikan mereka bakal ngulang lagi di tempat lain. Komunitas gak guna gini selalu butuh pemuas ego," tulis @ems****.

"Jangankan tanaman edelweis, kebun sampai sawah orang yang jelas-jelas di situ hak orang lain saja sering mereka rusak. Sudah gak kehitung juga jalur di wilayah perbukitan yang rusak parah karena kelakuan mereka dan mereka selalu punya pembenaran bodoh versi mereka sendiri. Gak guna emang," papar @nextjack****.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aldi Taher Diperebutkan...
Aldi Taher Diperebutkan Usai Bisnis Burger Viral, Fee Tampil Tembus Rp35 Juta
Viral di TikTok! Niat...
Viral di TikTok! Niat Beli Kurma, Netizen Ini Malah Dapat Kurma Aneh Tanpa Biji
Deddy Corbuzier Kecewa,...
Deddy Corbuzier Kecewa, Kakek Penjual Es Gabus Bohong Soal Bantuan dan Kondisi Ekonomi
Ibrahim Risyad Ngaku...
Ibrahim Risyad Ngaku Terganggu Dihujat Netizen Imbas Video Viral
Viral Wanita Nekat Menyamar...
Viral Wanita Nekat Menyamar Jadi Pramugari Gadungan, Akhirnya Minta Maaf
Detik-detik Menegangkan...
Detik-detik Menegangkan di Disney World, Staf Adang Batu Raksasa demi Selamatkan Penonton
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Viral Lagu MBG Mas Bahlil...
Viral Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Adi Prayitno: Suka Tidak Suka, Ini Menguntungkan Golkar
Rekomendasi
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Berita Terkini
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Dituding Bergantung...
Dituding Bergantung pada Lesti Kejora, Rizky Billar Beberkan Rumah Cash dan Aset Miliknya
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved