Indonesia Graveyard, Komunitas yang Gemar Berburu dan Menggali Sejarah Kuburan Unik

Rabu, 15 Maret 2023 - 11:28 WIB
loading...
Indonesia Graveyard,...
Indonesia Graveyard merupakan komunitas pencari kuburan unik di berbagai daerah di Indonesia. Kelompok ini mencari dan menggali sejarah dari kuburan yang mereka temukan. Foto/Dok.Pribadi Ruri
A A A
JAKARTA - Bagi sebagian orang, kuburan atau makam merupakan sesuatu yang diistimewakan. Bahkan,banyak juga yang mensakralkannya lantaran berhubungan dengan orang meninggal dunia serta makhluk gaib. Namun lain halnya bagi komunitas Indonesia Graveyard.

Indonesia Graveyard merupakan komunitas pencari kuburan di berbagai daerah di Indonesia. Kelompok ini mencari dan menggali sejarah dari kuburan yang mereka temukan. Memang terdengar sangat nyentrik dan cukup aneh, namun hal ini dilakukan untuk mencari tahu terkait dengan nilai historisnya.

Pendiri komunitas Indonesia Graveyard, Hanonsari Paramita atau akrab disapa Ruri ini menjelaskan tentang awal mula gemar mencari kuburan-kuburan unik dan mengunggahnya ke akun media sosial miliknya.

Kala itu, Ruri bertemu dengan Deni Priya Prasetia pada 2017 yang kini sudah almarhum, di mana selama hidupnya gemar mengambil foto-foto nyentrik termasuk kuburan yang dianggapnya menarik.

Baca Juga: 7 Komunitas Unik di Dunia, Ada Kumpulan Orang Mati dan Bertubuh Mini
Indonesia Graveyard, Komunitas yang Gemar Berburu dan Menggali Sejarah Kuburan Unik

Foto/Dok.Pribadi Ruri

Hingga akhirnya mereka berdua berteman dan mencari kuburan-kuburan unik yang memiliki nilai sejarah. Misalnya kuburan peninggalan Belanda, bangsa Tionghoa hingga makam-makam Jawa yang tidak memiliki identitas atau papan nisan, sehingga tidak diketahui asal usulnya.

"Saya juga (awalnya) gak kenal Deni. Tapi pas ketemu langsung nyambung," katanya saat dihubungi Sindonews, Selasa (14/03/2023).
Indonesia Graveyard, Komunitas yang Gemar Berburu dan Menggali Sejarah Kuburan Unik

Tak hanya itu, Deni juga memiliki kemampuan untuk bisa membaca nisan-nisan yang sudah usang. Maka dari situ lah keduanya sering berburu kuburan-kuburan yang unik untuk dibaca dan ditelusuri sejarahnya.

"Karena sama dia, saya jadi banyak belajar," ujarnya.

Kegiatan Komunitas Indonesia Graveyard

Ruri menjelaskan, kegiatan yang dilakukan komunitasnya ini dilakukan secara acak dan tanpa sengaja. Jika dirinya kebetulan sedang berkunjung ke suatu daerah, biasanya sekaligus berburu kuburan-kuburan yang unik dan menarik.

Untuk izin, kata Ruri, selama ini tidak ada kesulitan dan selalu diberikan jalan oleh kuncen makam saat akan mengulik sejarah dari kuburan yang ia cari ataupun tanpa sengaja ditemukan.

Selain menggali sejarah, komunitas ini juga sekaligus membersihkan kuburan atau makam yang sudah tidak terurus. Serta mencari tahu nama pemilik makam yang ditemukannya.

"Kadang kalau orang Jawa itu kan enggak pernah nulis nama almarhum. Kalau orang Belanda itu selalu ada namanya," terangnya.

Cara Masuk Komunitas Indonesia Graveyard

Ruri bilang, tidak ada persyaratan khusus untuk bergabung dengan komunitasnya. Bahkan jumlah anggota saat ini, kata dia, tidak pasti karena siapapun bisa menjadi komunitas Indonesia Graveyard ini.

"Kalau ada yang di luar daerah menemukan makam yang menarik dan punya nilai sejarah, biasanya mereka selalu tag foto-fotonya di akun Instagram kami," katanya.

Ruri menegaskan, komunitasnya ini bertujuan untuk memberikan sudut pandang baru tentang makam dan jauh dari kata menyeramkan atau bersifat klenik. Ia mengatakan, bahwa sebuah makam bisa menjadi Sumber pengetahuan yang dapat memperluas ilmu, bahkan jejak sejarah yang tidak terungkap.

"Kita bisa mendapatkan ilmunya dengan langsung observasi ke makam itu," ujarnya.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Atta dan Aurel Pamer...
Atta dan Aurel Pamer Rumah Mewah Bergaya Futuristik Modern, Netizen: Depannya Kayak Makam
Komunitas Historia Indonesia...
Komunitas Historia Indonesia Sebarkan Semangat Melestarikan Sejarah dan Budaya Bangsa
Komunitas Telusur Gang,...
Komunitas Telusur Gang, Upaya Bernostalgia dengan Hangatnya Suasana Perkampungan
10 Komunitas Misterius...
10 Komunitas Misterius di Dunia, Nomor 8 Sudah Eksis Sejak Tahun 1597
Fenomena Gerakan Street...
Fenomena Gerakan Street Feeding para Pecinta Kucing, Lebih dari Sekadar Memberi Makan si Meong
Pengalaman Berkegiatan...
Pengalaman Berkegiatan dengan Komunitas Wisata Mistis, Horor Banget!
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Celestis Tawarkan Pemakaman...
Celestis Tawarkan Pemakaman di Mars pada Tahun 2030
Insira Memorial Park...
Insira Memorial Park Bantu Krisis Lahan Pemakaman di Jabodetabek
Rekomendasi
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Berita Terkini
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Liburan ke Eropa Makin...
Liburan ke Eropa Makin Terjangkau, Ini Destinasi Favorit dan Tips Hemat untuk Pemula
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved