Sukses Berkarier pada Usia Muda, Apa Modalnya?
Sabtu, 18 Juli 2020 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
“Tahun pertama kerja sebenarnya banyak belajar teknis yang belum pernah saya pelajari di bangku kuliah. Kalo kita gak punya etos kerja atau soft skill yang mendukung (saat proses belajar), mungkin kita akan sedikit kesulitan saat bekerja di lapangan,” tegasnya.
Saat masuk ke LAPAN tiga tahun lalu, Ahmad pastinya gak langsung jadi engineer. Awalnya, dia bekerja di bagian perekayasaan. Nah, di sinilah dia belajar mendongkrak keterampilan teknisnya biar bisa cepat ‘naik pangkat’.
“Saya belajar banyak hal seperti riset, studi literatur termasuk desain satelit, pengendalian satelit, dan lain-lain hingga akhirnya sekarang saya bekerja di bagian operator satelit,” ceritanya.
Hard Skill dan Soft Skill Saling Dukung
Sama seperti Ahmad, Elvita Sari yang lulus sebagai sarjana biologi tahun 2018, kini bekerja sebagai staf pemasaran di salah satu perusahaan rintisan (start up) di bidang kesehatan, Myhealthdiary.
Berdasarkan pengalamannya, Elvira bilang bahwa dalam dunia kerja, sebenarnya gak terlalu susah kalau kita udah punya bekal serta udah biasa bekerja sama dengan orang lain.
![Sukses Berkarier pada Usia Muda, Apa Modalnya?]()
Foto: Shutterstock
Dalam arti, bahwa selain keterampilan teknis, keterampilan nonteknis juga penting dan berpengaruh banget dalam keberhasilan karier seseorang.
Kalau keterampilan teknis membantu kita untuk menemukan suatu pekerjaan berdasarkan kualifikasi, sementara keterampilan nonteknis membuat kita bisa bertahan serta berkembang di perusahaan tersebut.
Menurut Elvita, dalam hal keterampilan nonteknis, kecakapan berkomunikasi menjadi hal penting yang wajib dimiliki para pekerja.
Saat masuk ke LAPAN tiga tahun lalu, Ahmad pastinya gak langsung jadi engineer. Awalnya, dia bekerja di bagian perekayasaan. Nah, di sinilah dia belajar mendongkrak keterampilan teknisnya biar bisa cepat ‘naik pangkat’.
“Saya belajar banyak hal seperti riset, studi literatur termasuk desain satelit, pengendalian satelit, dan lain-lain hingga akhirnya sekarang saya bekerja di bagian operator satelit,” ceritanya.
Hard Skill dan Soft Skill Saling Dukung
Sama seperti Ahmad, Elvita Sari yang lulus sebagai sarjana biologi tahun 2018, kini bekerja sebagai staf pemasaran di salah satu perusahaan rintisan (start up) di bidang kesehatan, Myhealthdiary.
Berdasarkan pengalamannya, Elvira bilang bahwa dalam dunia kerja, sebenarnya gak terlalu susah kalau kita udah punya bekal serta udah biasa bekerja sama dengan orang lain.

Foto: Shutterstock
Dalam arti, bahwa selain keterampilan teknis, keterampilan nonteknis juga penting dan berpengaruh banget dalam keberhasilan karier seseorang.
Kalau keterampilan teknis membantu kita untuk menemukan suatu pekerjaan berdasarkan kualifikasi, sementara keterampilan nonteknis membuat kita bisa bertahan serta berkembang di perusahaan tersebut.
Menurut Elvita, dalam hal keterampilan nonteknis, kecakapan berkomunikasi menjadi hal penting yang wajib dimiliki para pekerja.
Lihat Juga :