Save the Children Indonesia dan Ratusan Anak Jakarta Gaungkan Inisiatif #SekarangSaatnya dari Sampah Jadi Berkah
Minggu, 19 Maret 2023 - 18:28 WIB
loading...
Save the Children Indonesia bersama 120 anak di Jakarta menggelar Festival #SekarangSaatnya dari Sampah Jadi Berkah: Jadikan Daur Ulang sebagai Gaya Hidup. Foto/Dok Save the Children Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Bertepatan dengan Hari Daur Ulang Sedunia yang diperingati tiap 18 Maret, Save the Children Indonesia bersama 120 anak di Jakarta menggelar Festival #SekarangSaatnya dari Sampah Jadi Berkah: Jadikan Daur Ulang sebagai Gaya Hidup. Festival ini diinisiasi oleh Child Campaigner Save the Children Indonesia Provinsi DKI Jakarta yang menggandeng berbagai pihak untuk mengambil langkah preventif mengurangi penggunaan plastik dan mendaur ulang sampah plastik.
Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada akhir 2022 menyebutkan, Provinsi DKI Jakarta mengirimkan lebih dari 7.500 ton sampah setiap hari ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Hampir 50% di antaranya adalah sampah anorganik atau sampah dengan kategori yang sulit terurai oleh alam seperti botol platik, tas plastik, dan kaleng.
Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup juga melaporkan bahwa timbulan sampah di DKI Jakarta mencapai 3.1 juta ton dan merupakan provinsi penghasil timbulan sampah terbesar kedua setelah Jawa Tengah di Indonesia.
“Sampah plastik mengeluarkan zat zat yang berbahaya kalau tidak didaur ulang. Apalagi untuk anak-anak yang berada di sekitar lingkungan Tempat Pembuangan Akhir, mereka bisa semakin rentan terkena penyakit, udara yang dihirup tidak sehat, dan siklus hidupnya menjadi terganggu. Jadi, bukan hanya anak yang merasakan efeknya, tetapi generasi selanjutnya juga bisa jadi korban,” tutur Nada, 17 tahun, Child Campaigner Jakarta.
Secara global Hari Daur Ulang Sedunia bertemakan From Waste to Taste: Make Recycling Becomes a Lifestyle. Di Indonesia, Save the Children Indonesia bersama Child Campaigner melokalkan tema menjadi #SekarangSaatnya dari Sampah Jadi Berkah: Jadikan Daur Ulang sebagai Gaya Hidup. Tema ini juga sejalan dengan salah satu program sirkular ekonomi Save the Chilren Indonesia yang didukung oleh Hyundai Motor Company.
“Bersama dengan Hyundai Motor Company, kami mengambil langkah strategis melalui Program Ekonomi Sirkular yang mengedepankan misi ekonomi hijau berkelanjutan. Mitigasi dan adaptasi dampak krisis iklim harus dilakukan secara massif dan kolektif. Edukasi serta kampanye yang diinisiasi dan dipimpin oleh anak mengenai bahaya sampah plastik, menjadi bagian integral dalam pelaksanaan program. Kami mendorong seluruh masyarakat untuk ikut ambil bagian melalui kampanye #SekarangSaatnya untuk Aksi Generasi Iklim,” beber Selina Patta Sumbung, CEO Save the Children Indonesia
Program Sirkular Ekonomi Save the Children Indonesia berkolaborasi dengan plastic pay mengajak anak-anak dan masyarakat untuk membiasakan diri memilah sampah plastik agar dapat dikelola menjadi barang baru yang bernilai secara ekonomi. Sejak Oktober 2022 hingga Maret 2023, lebih dari 560 kilogram sampah plastik telah dikelola dan tidak berakhir di tempat sampah. Langkah ini telah membantu pengurangan jejak karbon sebesar 2,4 ton.
Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada akhir 2022 menyebutkan, Provinsi DKI Jakarta mengirimkan lebih dari 7.500 ton sampah setiap hari ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Hampir 50% di antaranya adalah sampah anorganik atau sampah dengan kategori yang sulit terurai oleh alam seperti botol platik, tas plastik, dan kaleng.
Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup juga melaporkan bahwa timbulan sampah di DKI Jakarta mencapai 3.1 juta ton dan merupakan provinsi penghasil timbulan sampah terbesar kedua setelah Jawa Tengah di Indonesia.
“Sampah plastik mengeluarkan zat zat yang berbahaya kalau tidak didaur ulang. Apalagi untuk anak-anak yang berada di sekitar lingkungan Tempat Pembuangan Akhir, mereka bisa semakin rentan terkena penyakit, udara yang dihirup tidak sehat, dan siklus hidupnya menjadi terganggu. Jadi, bukan hanya anak yang merasakan efeknya, tetapi generasi selanjutnya juga bisa jadi korban,” tutur Nada, 17 tahun, Child Campaigner Jakarta.
Secara global Hari Daur Ulang Sedunia bertemakan From Waste to Taste: Make Recycling Becomes a Lifestyle. Di Indonesia, Save the Children Indonesia bersama Child Campaigner melokalkan tema menjadi #SekarangSaatnya dari Sampah Jadi Berkah: Jadikan Daur Ulang sebagai Gaya Hidup. Tema ini juga sejalan dengan salah satu program sirkular ekonomi Save the Chilren Indonesia yang didukung oleh Hyundai Motor Company.
“Bersama dengan Hyundai Motor Company, kami mengambil langkah strategis melalui Program Ekonomi Sirkular yang mengedepankan misi ekonomi hijau berkelanjutan. Mitigasi dan adaptasi dampak krisis iklim harus dilakukan secara massif dan kolektif. Edukasi serta kampanye yang diinisiasi dan dipimpin oleh anak mengenai bahaya sampah plastik, menjadi bagian integral dalam pelaksanaan program. Kami mendorong seluruh masyarakat untuk ikut ambil bagian melalui kampanye #SekarangSaatnya untuk Aksi Generasi Iklim,” beber Selina Patta Sumbung, CEO Save the Children Indonesia
Program Sirkular Ekonomi Save the Children Indonesia berkolaborasi dengan plastic pay mengajak anak-anak dan masyarakat untuk membiasakan diri memilah sampah plastik agar dapat dikelola menjadi barang baru yang bernilai secara ekonomi. Sejak Oktober 2022 hingga Maret 2023, lebih dari 560 kilogram sampah plastik telah dikelola dan tidak berakhir di tempat sampah. Langkah ini telah membantu pengurangan jejak karbon sebesar 2,4 ton.
Lihat Juga :